Bukti Baru, Dinosaurus Punah Bukan karena Lemah, Tapi Sial Dihantam Asteroid
Selama ini, perdebatan mengenai akhir hayat dinosaurus selalu berkutat pada satu pertanyaan: Apakah mereka sudah dalam kondisi menurun sebelum bencana datang?
Sebuah studi terbaru yang berfokus pada fosil-fosil langka di New Mexico, Amerika Serikat, kini memberikan jawaban tegas.
Riset ini menemukan bukti kuat bahwa populasi dinosaurus non-unggas di wilayah tersebut sedang sehat, beragam, dan berkembang pesat — tepat sampai hari ketika bencana asteroid mematikan menghantam Bumi.
Musnah Saat di Puncak Kejayaan
Selama beberapa dekade, ilmuwan terbagi dua.
Sebagian meyakini bahwa perubahan iklim dan faktor lingkungan telah membuat dinosaurus rentan.
Sebagian lainnya berpendapat bahwa asteroid Chicxulub di Semenanjung Yucatán-lah yang menjadi satu-satunya penyebab kepunahan massal.
Studi yang dipublikasikan di jurnal Science ini menemukan bukti yang memperkuat pendapat kedua: dinosaurus musnah mendadak saat berada di masa jayanya.
Para peneliti berfokus pada situs fosil Naashoibito Member di New Mexico, sebuah lokasi yang menyimpan ekosistem Kapur yang kaya.
Di sana ditemukan berbagai jenis dinosaurus, mulai dari sauropoda berleher panjang (Alamosaurus) hingga tyrannosaurus, dinosaurus bertanduk, dan dinosaurus berparuh bebek.
Penanggalan batuan menunjukkan bahwa ekosistem yang beragam dan makmur ini ada sesaat sebelum hantaman asteroid, mengisyaratkan bahwa dinosaurus di New Mexico berada dalam kondisi prima sebelum maut datang dari langit.
“Setidaknya sebelum peristiwa kepunahan massal, mereka tampak berkembang pesat,” kata Andrew Flynn, penulis utama studi dari New Mexico State University dikutip Live Science.
“Ada fauna dinosaurus yang beragam di Naashoibito Member di New Mexico sehingga populasi dinosaurus tampak sehat.”
Mengapa Lokasi New Mexico Jadi Kunci
Sebagian besar data yang digunakan ilmuwan untuk memahami akhir Periode Kapur (K-Pg) berasal dari Amerika Utara bagian utara, seperti Hell Creek. Hal ini meninggalkan keraguan besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi di wilayah lain.
Situs Naashoibito Member sangat unik karena menyimpan catatan dinosaurus non-unggas terakhir yang diketahui di New Mexico.
Untuk menghilangkan keraguan mengenai usia fosil, tim Flynn menggunakan dua metode penanggalan batuan yang terpisah.
“Kami ingin mendapatkan dua cara yang berbeda dan independen untuk menentukan usia batuan,” jelas Flynn.
Metode penanggalan gabungan—yakni pengukuran peluruhan isotop argon dan analisis medan magnet Bumi—menetapkan usia batuan Naashoibito Member hanya berselang sekitar 340.000 tahun dari waktu hantaman asteroid.
Temuan ini bukan hanya memperkuat gambaran kepunahan yang mendadak, tetapi juga menunjukkan bahwa dinosaurus di New Mexico memiliki keunikan tersendiri, mengisyaratkan adanya keragaman dinosaurus yang berbeda di wilayah Amerika Utara bagian barat


