Harga Batu Bara Keok US$ 113,4 Dipukul ‘Penyakit’ Ganda China-India; Pasar Ekspor RI Kian Menyusut!
InvestorID/CNBC – 21 November 2025 — Harga batu bara global terkoreksi pada Kamis (20/11/2025), kontrak ICE Newcastle November 2025 stagnan di US$111/ton, setelah turun US$0,5 pada sesi sebelumnya. Kontrak Desember 2025 naik tipis di US$114.25 dan Januari 2026 jatuh ke US$113,85. Pelemahan ini memutus tren positif tiga hari sebelumnya, dipicu oleh sentimen negatif dari dua konsumen terbesar dunia: India dan China.
- 🇮🇳 India: Mengalami lesunya permintaan pasca-monsoon. Stok batu bara di pembangkit melonjak 42% (52,05 juta ton) meski produksi turun 8,5% (Okt) dan konsumsi listrik industri belum pulih.
- 🇨🇳 China: Pembeli batu bara kokas (pabrik baja) mendadak “pelit” belanja akibat margin keuntungan yang rendah. Lelang online banyak gagal, stok menumpuk, dan harga lokal jatuh ke level terendah dalam 9 tahun.
Selain itu, tekanan jangka panjang bagi ekspor RI juga meningkat. Korea Selatan (konsumen batu bara terbesar ke-7 dunia & pasar utama RI) resmi bergabung dengan Powering Past Coal Alliance (PPCA) di COP30. Korsel komitmen untuk menutup 40 PLTU (41,2 GW) hingga 2040 dan menargetkan peningkatan porsi EBT (surya & angin) 21,6% pada 2030. Langkah ini diperkirakan memangkas permintaan impor batu bara termal Korsel sekitar 25 juta ton per tahun (senilai US$ 1,7 miliar), yang akan langsung berdampak pada harga ekspor batu bara yang akan lebih tergerus.
Ikuti saluran Indomine • Batu Bara & Nikel


