Analisa Struktur Geologi di Arc GIS Pro
Melakukan analisa struktur geologi (seperti sesar/patahan, lipatan, dan kekar) menggunakan data DEMNAS (Digital Elevation Model Nasional) di ArcGIS Pro adalah metode yang sangat efektif karena resolusi DEMNAS yang cukup tinggi (0.27-arcsecond atau sekitar 8 meter).
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk melakukan analisa morfotektonik dan struktur geologi di ArcGIS Pro:
1. Persiapan Data (Pre-processing)
Sebelum masuk ke analisa, data DEMNAS harus disiapkan agar akurat secara geometris.
-
Mosaic (Jika perlu): Jika area studi Anda mencakup lebih dari satu tile DEMNAS, gunakan tool Mosaic to New Raster untuk menggabungkannya.
-
Proyeksi Koordinat (Sangat Penting):
Penting: DEMNAS biasanya dalam sistem koordinat geografis (GCS/Lat-Long). Untuk analisa kemiringan (slope) dan jarak yang akurat, Anda wajib memproyeksikan data ke sistem koordinat terproyeksi (misalnya UTM Zone yang sesuai dengan lokasi di Indonesia).
-
Gunakan tool: Project Raster.
-
Output Coordinate System: Pilih UTM Zone (WGS 1984 UTM Zone XXS).
-
2. Visualisasi Morfologi (Raster Functions)
Di ArcGIS Pro, gunakan tab Imagery > Raster Functions untuk memproses visualisasi secara cepat (on-the-fly) tanpa memakan banyak ruang penyimpanan.
A. Multi-Directional Hillshade
Hillshade standar seringkali menyembunyikan struktur yang sejajar dengan arah cahaya matahari. Gunakan metode multi-arah untuk menonjolkan semua kelurusan.
-
Cara: Buka Raster Functions > cari Hillshade.
-
Setting: Ubah Hillshade Type menjadi Multidirectional.
-
Kegunaan: Sangat bagus untuk melihat kelurusan (lineament) yang mengindikasikan sesar.
B. Slope (Kemiringan Lereng)
Struktur geologi sering dicirikan oleh perubahan kemiringan yang drastis (misalnya fault scarp atau gawir sesar).
-
Cara: Buka Raster Functions > Slope.
-
Analisa: Area dengan perubahan warna gradasi yang tajam dan memanjang linier seringkali merupakan bidang sesar atau batas litologi batuan resisten.
C. Aspect (Arah Hadapan Lereng)
-
Cara: Buka Raster Functions > Aspect.
-
Kegunaan: Membantu mengidentifikasi arah kemiringan lapisan batuan (dip direction) pada struktur lipatan (antiklin/sinklin) atau mendeteksi triangular facets pada sesar normal.
3. Analisa Morfometri Lanjut (Geomorphometry)
Untuk analisa yang lebih mendalam, gunakan Surface Parameters.
-
Surface Parameters (Curvature/Kelengkungan):
-
Gunakan tool Surface Parameters.
-
Pilih Parameter type: Profile Curvature (untuk melihat perubahan kecepatan lereng) atau Plan Curvature (untuk melihat punggungan/lembah).
-
Interpretasi: Garis lurus di mana kelengkungan berubah drastis seringkali menandakan sumbu lipatan (fold axis) atau jejak sesar.
-
4. Interpretasi dan Deliniasi Struktur (Digitasi)
Setelah visualisasi siap, langkah selanjutnya adalah interpretasi manual (digitasi).
-
Buat Feature Class Baru:
-
Di Catalog Pane, buat New Feature Class (Tipe: Line). Beri nama misalnya “Struktur_Geologi”.
-
Tambahkan kolom atribut seperti “Tipe” (Sesar, Lipatan, Kekar) dan “Keterangan” (Diperkirakan, Tegas).
-
-
Teknik Interpretasi (Apa yang dicari?):
Indikator Morfologi Kemungkinan Struktur Geologi Kelurusan Lembah/Bukit (Lineament) Sesar (Patahan) atau Kekar (Joint). Offset Sungai Sesar Geser (Strike-slip fault). Sungai yang tiba-tiba berbelok siku-siku. Gawir Lurus (Scarp) Sesar Turun/Naik. Lihat di peta Slope. Punggungan Melengkung Struktur Lipatan (Antiklin/Sinklin) atau Kubah (Dome). Pola Aliran Sungai Pola Rectangular biasanya menandakan kontrol kekar/sesar yang kuat. -
Proses Digitasi:
-
Buka tab Edit > Create.
-
Gambar garis mengikuti kelurusan lembah, punggungan, atau pergeseran morfologi yang terlihat jelas pada Multidirectional Hillshade.
-
Gunakan fitur Swipe (pada tab Raster Layer) untuk membandingkan antara Hillshade, Slope, dan peta Geologi regional (jika ada sebagai referensi).
-
5. Visualisasi 3D (Opsional tapi Disarankan)
Melihat DEMNAS dalam 3D akan sangat membantu membedakan mana punggungan tajam (hogback) dan mana lembah.
-
Pada tab View, pilih Convert > To Local Scene.
-
Gunakan raster DEMNAS Anda sebagai Elevation Surface.
-
Navigasi (miringkan pandangan) untuk melihat “dinding” bukit atau potongan lembah yang mengindikasikan bidang sesar.
Tips Tambahan
-
Gabungkan dengan Data Geologi: Selalu overlay hasil digitasi Anda dengan Peta Geologi Regional (format SHP atau Jpeg terkoreksi) untuk memvalidasi apakah kelurusan tersebut adalah kontak batuan atau benar-benar struktur patahan.
-
Gunakan Profil Melintang: Gunakan tool Interpolate Shape atau Profile Graph untuk membuat penampang melintang pada area yang dicurigai sebagai sesar. Jika ada lompatan ketinggian yang tiba-tiba, itu indikasi kuat sesar dip-slip (turun/naik).
Apakah Anda ingin saya jelaskan lebih detail mengenai cara membedakan pola aliran sungai (drainage pattern) di ArcGIS Pro untuk menentukan jenis struktur geologinya?


