AS Buka 13 Juta Acre Lahan untuk Sewa Tambang Batu Bara, Berupaya Hidupkan Industri di Tengah Tren Global
Reuters – 30 September 2025 — Pemerintah Amerika Serikat resmi membuka 13,1 juta acre (53.013 km²) lahan federal untuk penyewaan tambang batu bara, bagian dari upaya Presiden Donald Trump membalikkan tren penurunan penggunaan batu bara.
Kontribusi batu bara dalam pembangkit listrik AS telah anjlok dari 50% pada tahun 2000 menjadi hanya 15% di 2024, seiring lonjakan produksi gas alam, tenaga surya, dan angin. Tenaga kerja industri batu bara juga menyusut menjadi 40.000 pekerja, turun dari 70.000 satu dekade lalu.
Menteri Dalam Negeri Doug Burgum, didampingi Kepala EPA Lee Zeldin dan Menteri Energi Chris Wright, menyatakan kebijakan ini ditujukan untuk menguatkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Wright menekankan bahwa banyak PLTU batu bara kemungkinan akan menunda masa pensiun untuk memenuhi lonjakan permintaan listrik akibat ekspansi pusat data kecerdasan buatan (AI).
Langkah pemerintah ini sudah menjaga beberapa PLTU tetap beroperasi. Pada Agustus lalu, Wright memperpanjang izin darurat untuk mempertahankan operasional PLTU batu bara di Michigan meskipun semula dijadwalkan tutup. Asosiasi energi memperkirakan hingga 38 PLTU yang dijadwalkan pensiun hingga 2028 dapat tetap berjalan berkat kebijakan Trump.
Namun, analis menilai lonjakan batu bara hanya bersifat sementara. Secara jangka panjang, keekonomian tetap berpihak pada gas alam dan energi terbarukan. “Batu bara mungkin mendapat dorongan jangka pendek, tetapi tanda-tandanya sudah jelas,” ujar Frank Holmes, CEO U.S. Global Investors.
Ikuti Stana


