Nusavarta

Random Articles

Emas Tembus Rekor US$4.200, Sinyal Dovish Powell dan Tensi AS-China Ciptakan ‘Badai Sempurna’

Contoh Kontrak Jual Beli Batubara

AS Buka 13 Juta Acre Lahan untuk Sewa Tambang Batu Bara, Berupaya Hidupkan Industri di Tengah Tren Global

Rekomendasi Tempat Makan Tengkleng Kambing Khas Solo

Panduan Lengkap: 3 Rekomendasi Tengkleng Paling Enak dan Legendaris di Solo

Facebook Twitter Instagram Youtube
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account

No Widgets found in the Sidebar Alt!

  • Cara Gampang Check-in Offline PeduliLindungi, Berguna Saat Susah Sinyal
    Covid-19,  Gaya Hidup & Belanja

    Cara Gampang Check-in Offline PeduliLindungi, Berguna Saat Susah Sinyal

    January 16, 2022 / Add Comments

    Ada fitur baru pada aplikasi PeduliLindungi. Kini, kamu bisa melakukan check-in PeduliLindungi secara offline tanpa kuota internet. Fitur ini sangat…

  • 3 Kesalahan Check Out Hotel yang Paling Sering Dilakukan Tamu
    Gaya Hidup & Belanja

    3 Kesalahan Check Out Hotel yang Paling Sering Dilakukan Tamu

    January 10, 2022 / Add Comments

    Ada beberapa kesalahan check out hotel yang paling sering dilakukan oleh para tamu. Padahal, pegawai hotel sering kali sudah mengingatkan agar tamu…

  • 4 Oleh-oleh Khas Bromo: Dari Minuman Pokak hingga Bledus Tengger
    Panduan Belanja

    4 Oleh-oleh Khas Bromo: Dari Minuman Pokak hingga Bledus Tengger

    January 7, 2022 / Add Comments

    Wisata di Kawasan Konservasi Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur telah dibuka kembali. Biasanya setelah berwisata tak ketinggalan untuk membawa oleh-oleh untuk keluarga,…

  • Kasus Omicron Bertambah, Ini 4 Tips Aman Naik Pesawat
    Gaya Hidup & Belanja

    Kasus Omicron Bertambah, Ini 4 Tips Aman Naik Pesawat

    January 7, 2022 / Add Comments

    Kasus penularan Covid-19 varian Omicron di Indonesia bertambah hingga mencapai 254 kasus, menurut Kompas.com, Rabu (5/1/2022). Terkait hal tersebut, Kompas.com telah merangkum beberapa…

  • Alasan Mengapa Mode Pesawat Harus Aktif Saat Naik Pesawat
    Gaya Hidup & Belanja

    Alasan Mengapa Mode Pesawat Harus Aktif Saat Naik Pesawat

    January 5, 2022 / Add Comments

    Saat hendak take off (terbang) dan landing (mendarat), penumpang pesawat umumnya diminta untuk mematikan perangkat elektronik, termasuk handphone atau ponsel. Selain mematikan perangkat elektronik, penumpang pesawat…

  • 10 Resolusi agar Kamu Makin Berilmu di Tahun 2022
    Gaya Hidup & Belanja

    10 Resolusi agar Kamu Makin Berilmu di Tahun 2022

    January 2, 2022 / Add Comments

    Ada banyak pilihan resolusi yang bisa kamu susun menyambut Tahun Baru. Walau kebanyakan orang biasanya menetapkan resolusi bagi kehidupan pribadi,…

  • Cara Memilih Hotel buat Bekerja atau Work from Hotel
    Gaya Hidup & Belanja

    Cara Memilih Hotel buat Bekerja atau Work from Hotel

    November 29, 2021 / Add Comments

    Kamu yang sudah jenuh dengan work from home atau WFH, namun belum dapat kembali berangkat ke kantor (WFO), bisa mengambil alternatif bekerja…

  • 4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi
    Gaya Hidup & Belanja

    4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

    November 29, 2021 / Add Comments

    Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia membuat tren berwisata berubah. Itu karena masyarakat tidak lagi bisa bepergian dengan bebas, terlebih…

  • 5 Oleh-oleh Kerajinan Khas Banjarmasin, Ada Batu Permata dan Kain Sasirangan
    Panduan Belanja

    5 Oleh-oleh Kerajinan Khas Banjarmasin, Ada Batu Permata dan Kain Sasirangan

    November 6, 2021 / Add Comments

    Di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, terdapat beragam kerajinan tangan. Kerajinan tangan tersebut bisa dibawa pulang oleh wisatawan sebagai oleh-oleh untuk…

  • 9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih
    Panduan Belanja

    9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

    November 5, 2021 / Add Comments

    Setelah puas berwisata di Kota Ambon, Maluku, wisatawan bisa membeli beragam makanan dan barang untuk dijadikan oleh-oleh. Adapun, beberapa makanan…

  • 7 Oleh-oleh Serba Makanan Khas Pangkal Pinang, Ada Ampiang
    Panduan Belanja

    7 Oleh-oleh Serba Makanan Khas Pangkal Pinang, Ada Ampiang

    October 27, 2021 / Add Comments

    Setelah puas berkeliling saat berwisata di suatu daerah, memburu oleh-oleh khas daerah yang didatangi bisa menjadi agenda selanjutnya. Pangkal Pinang…

  • 6 Oleh-oleh Khas Palembang untuk Pencinta Makanan Manis
    Kuliner,  Panduan Belanja

    6 Oleh-oleh Khas Palembang untuk Pencinta Makanan Manis

    October 25, 2021 / Add Comments

    Palembang, Sumatera Selatan, menjadi salah satu destinasi wisata untuk pelancong yang gemar berwisata kuliner lantaran banyaknya makanan khas yang wajib…

1213141516
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
  • 5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
    5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
  • Liburan Akhir Tahun #DiIndonesiaAja dengan Paket Staycation dari Marriott
    Sebab Pariwisata Butuh Agen Perjalanan Online di Masa Pandemi Covid-19
  • Aktivitas
  • Aktivitas & Hobi
  • Batubara
  • Berita dan Event
  • Blog
  • budaya
  • Budaya Nusantara
  • Cars
  • cerita Nusantara
  • Covid-19
  • Creative
  • Culture
  • Daftar Pilihan
  • Data & Statistik
  • Destinasi & Tempat Menarik
  • Dining
  • Featured Posts
  • Gaya Hidup & Belanja
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Geografi dan Geologi
  • Health
  • Informasi Umum
  • Itinerary
  • Jenis Tambang
  • Kesehatan
  • klipping berita
  • Kuliner
  • Kuliner & Nongkrong
  • Nature
  • News
  • Panduan Belanja
  • Panduan Kuliner Lokal
  • Panduan Lingkungan
  • Panduan Lokal & Wisata
  • Pertambangan
  • Profil Bisnis & Wawancara
  • Regulasi
  • Resep
  • Sejarah
  • Sorortan Lokal
  • Teknologi
  • Tempat Baru di Kota
  • Tips & Trik Perjalanan
  • Ulasan
  • Ulasan & Rekomendasi
  • Uncategorized
  • Wisata
  1. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total)October 13, 2025

    […] Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total) […]

  2. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Pemerintah Terbaru: PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan Kedua PP 96/2021)October 13, 2025

    […] PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan II PP 96/2021) […]

  3. nathavarta on 5 Cafe di Antapani Bandung, Asik untuk Nongkrong dan FotoSeptember 30, 2025

    Asyik

  4. nathavarta on Andaliman, Rempah Eksotis dari Tanah BatakSeptember 30, 2025

    Andaliman bikin binir ketir ketir

  5. nathavarta on Jelajah Rasa di Jantung Sejarah: 3 Kuliner Wajib di Passer Baru yang Bertahan Melintasi ZamanSeptember 30, 2025

    Enak kelihatannya ini

  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
© 2025 - All Rights Reserved | NUSAVARTA
  • Privacy Policy
  • Contact US
  • Disclaimer
Change Location
Find awesome listings near you!