Nusavarta

Random Articles

Emas Tembus Rekor US$4.200, Sinyal Dovish Powell dan Tensi AS-China Ciptakan ‘Badai Sempurna’

6 Tips Aman Berenang di Sungai, Bisa Bawa Benda-benda Ini

Ini Alasan Air Products Hengkang dari Dua Proyek Hilirisasi Batubara

Peringati Hari Batik Nasional, Google Arts and Culture Tambah Koleksi

25 Tempat Wisata di Purwakarta, Wisata Alam Sampai Museum Canggih

25 Tempat Wisata di Purwakarta, Wisata Alam Sampai Museum Canggih

Facebook Twitter Instagram Youtube
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account

No Widgets found in the Sidebar Alt!

  • 6 Oleh-oleh Serba Gurih Khas Palembang, Ada Kemplang
    Kuliner,  Panduan Belanja

    6 Oleh-oleh Serba Gurih Khas Palembang, Ada Kemplang

    October 24, 2021 / Add Comments

    Palembang di Sumatera Selatan memiliki beragam makanan khas. Beberapa di antaranya adalah makanan serba gurih yang bisa disantap oleh wisatawan.…

  • 5 Oleh-Oleh Camilan Khas Kupang, Ada Jagung Titi
    Panduan Belanja

    5 Oleh-Oleh Camilan Khas Kupang, Ada Jagung Titi

    October 23, 2021 / Add Comments

    Berkunjung ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur belum lengkap jika tidak membeli oleh-oleh khas. Berbagai macam kuliner khas Kupang bisa…

  • 6 Oleh-Oleh Khas Pontianak, Serba Lidah Buaya
    Panduan Belanja

    6 Oleh-Oleh Khas Pontianak, Serba Lidah Buaya

    October 18, 2021 / Add Comments

    Pontianak yang merupakan ibu kota Kalimantan Barat memiliki banyak ragam kuliner yang khas. Saat berkunjung ke Pontianak, salah satu kuliner…

  • Hore! Gmail Kini Bisa Lakukan Panggilan Telepon dan Video
    Gaya Hidup & Belanja

    Hore! Gmail Kini Bisa Lakukan Panggilan Telepon dan Video

    September 10, 2021 / Add Comments

    Google mengumumkan kehadiran fitur voice dan video call one-on-on di aplikasi Gmail. Kini, kamu bisa melakukan panggilan audio atau video langsung dari…

  • Gaya Hidup dan Hiburan,  Kesehatan

    Manfaat Minyak Kayu Putih dan Cara Bedakan Kayu Putih Asli atau Palsu

    April 27, 2021 / Add Comments

    Bagi sebagian orang, aroma minyak kayu putih mampu memberikan kesegaran untuk pernafasan. Dari kesegaran itulah manfaat minyak kayu putih bagi kesehatan dapat…

  • Pilihan Kopi yang Ramah untuk Lambung
    Gaya Hidup dan Hiburan,  Kesehatan,  Nature

    Pilihan Kopi yang Ramah untuk Lambung

    April 26, 2021 / Add Comments

    Minum kopi saat ini memang sudah menjadi gaya hidup masyarakat, walau begitu tak semua orang tahan dengan rasa asam pada…

  • Telaga Batu di Bogor, Wisata Alam untuk Berenang dan Camping
    Gaya Hidup dan Hiburan

    Telaga Batu di Bogor, Wisata Alam untuk Berenang dan Camping

    April 26, 2021 / Add Comments

    Telaga Batu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, adalah tempat wisata yang pas bagi mereka yang gemar berenang, berkemah, dan bertualang…

  • Jangan Ikut-Ikutan! Ini Dia Bahayanya Pamer Sertifikat Vaksin di Medsos
    Gaya Hidup & Belanja

    Jangan Ikut-Ikutan! Ini Dia Bahayanya Pamer Sertifikat Vaksin di Medsos

    April 22, 2021 / Add Comments

    Sertifikat vaksin didapatkan setelah seseorang telah mendapatkan vaksin Covid-19. Sertifikat vaksinasi ini juga disebut dengan kartu vaksinasi. Dan pamer sertifikat…

  • Mengenal 6 Bumbu Dasar untuk Memasak, Bikin Sajian Tambah Sedap dan Nikmat
    Gaya Hidup & Belanja

    Mengenal 6 Bumbu Dasar untuk Memasak, Bikin Sajian Tambah Sedap dan Nikmat

    April 21, 2021 / Add Comments

    Ragam sajian masakan Indonesia terkenal dengan cita rasanya yang kaya akan rempah. Meski kerap terlihat kompleks rupanya bumbu rempah khas…

  • Berburu Durian Montong di Agrowisata Kappung Ihing, Sulbar
    Gaya Hidup dan Hiburan

    Berburu Durian Montong di Agrowisata Kappung Ihing, Sulbar

    April 8, 2021 / Add Comments

    Kappung Ihing berada di Desa Ihing, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Desa ini merupakan kawasan agrowisata terpadu…

  • Cara Membedakan Madu Asli dan Palsu, Benarkah yang Asli Tak Disukai Semut?
    Gaya Hidup & Belanja

    Cara Membedakan Madu Asli dan Palsu, Benarkah yang Asli Tak Disukai Semut?

    April 8, 2021 / Add Comments

    Sebelum membeli madu, perlu paham apa saja ciri-ciri madu asli. Pengetahuan ini agar tidak terkecoh membeli madu palsu. Bukannya mendatangkan khasiat,…

  • 7 Aktivitas Wisata di Jungle Milk Lembang, Camping hingga Piknik
    Gaya Hidup dan Hiburan

    7 Aktivitas Wisata di Jungle Milk Lembang, Camping hingga Piknik

    April 7, 2021 / Add Comments

    Belakangan, makin banyak camping ground yang mengusung konsep privat bermunculan. Salah satu yang baru adalah Jungle Milk di dekat Gunung Tangkuban Perahu,…

1314151617
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
  • 5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
    5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
  • Liburan Akhir Tahun #DiIndonesiaAja dengan Paket Staycation dari Marriott
    Sebab Pariwisata Butuh Agen Perjalanan Online di Masa Pandemi Covid-19
  • Aktivitas
  • Aktivitas & Hobi
  • Batubara
  • Berita dan Event
  • Blog
  • budaya
  • Budaya Nusantara
  • Cars
  • cerita Nusantara
  • Covid-19
  • Creative
  • Culture
  • Daftar Pilihan
  • Data & Statistik
  • Destinasi & Tempat Menarik
  • Dining
  • Featured Posts
  • Gaya Hidup & Belanja
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Geografi dan Geologi
  • Health
  • Informasi Umum
  • Itinerary
  • Jenis Tambang
  • Kesehatan
  • klipping berita
  • Kuliner
  • Kuliner & Nongkrong
  • Nature
  • News
  • Panduan Belanja
  • Panduan Kuliner Lokal
  • Panduan Lingkungan
  • Panduan Lokal & Wisata
  • Pertambangan
  • Profil Bisnis & Wawancara
  • Regulasi
  • Resep
  • Sejarah
  • Sorortan Lokal
  • Teknologi
  • Tempat Baru di Kota
  • Tips & Trik Perjalanan
  • Ulasan
  • Ulasan & Rekomendasi
  • Uncategorized
  • Wisata
  1. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total)October 13, 2025

    […] Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total) […]

  2. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Pemerintah Terbaru: PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan Kedua PP 96/2021)October 13, 2025

    […] PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan II PP 96/2021) […]

  3. nathavarta on 5 Cafe di Antapani Bandung, Asik untuk Nongkrong dan FotoSeptember 30, 2025

    Asyik

  4. nathavarta on Andaliman, Rempah Eksotis dari Tanah BatakSeptember 30, 2025

    Andaliman bikin binir ketir ketir

  5. nathavarta on Jelajah Rasa di Jantung Sejarah: 3 Kuliner Wajib di Passer Baru yang Bertahan Melintasi ZamanSeptember 30, 2025

    Enak kelihatannya ini

  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
© 2025 - All Rights Reserved | NUSAVARTA
  • Privacy Policy
  • Contact US
  • Disclaimer
Change Location
Find awesome listings near you!