Nusavarta

Random Articles

Emas Tembus Rekor US$4.200, Sinyal Dovish Powell dan Tensi AS-China Ciptakan ‘Badai Sempurna’

Rest Area KM 456 Salatiga Jadi Favorit Pemudik, Kapolri Ungkap Alasannya

10 Destinasi Unggulan di Kota Ambon Kenalkan Konsep Wisata Musik

10 Destinasi Unggulan di Kota Ambon Kenalkan Konsep Wisata Musik

Beda HeHa Sky View dengan HeHa Ocean View di Jogja, Jangan Salah Tujuan

Beda HeHa Sky View dengan HeHa Ocean View di Jogja, Jangan Salah Tujuan

Facebook Twitter Instagram Youtube
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account

No Widgets found in the Sidebar Alt!

  • Wisata Hiu Paus di Gorontalo, Terbaik dan Paling Mudah Diakses di Indonesia
    Gaya Hidup dan Hiburan

    Wisata Hiu Paus di Gorontalo, Terbaik dan Paling Mudah Diakses di Indonesia

    April 7, 2021 / Add Comments

    Gorontalo adalah salah satu dari tiga tempat di Indonesia yang memiliki keistimewaan karena memiliki wisata hiu paus. Wisatawan bisa melihat spesies ikan…

  • Wisata Edukasi Desa Ngabab, Wisatawan Diajak Jadi Petani Sungguhan
    Gaya Hidup dan Hiburan

    Wisata Edukasi Desa Ngabab, Wisatawan Diajak Jadi Petani Sungguhan

    April 6, 2021 / Add Comments

    Ada ragam aktivitas wisata yang bisa dipilih wisatawan untuk menyegarkan pikiran dan mendapat pengalaman baru. Salah satu yang unik ada…

  • Gaya Hidup & Belanja

    Mengenal 8 Jenis Teh Populer di Dunia

    April 5, 2021 / Add Comments

    Minuman teh banyak digemari masyarakat dunia. Teh biasa diminum saat seseorang sedang bersantai sambil menikmati camilan. Sebagian besar masyarakat Indonesia…

  • 5 Sayuran Sisa Masakan yang Bisa Ditanam Kembali
    Gaya Hidup & Belanja

    5 Sayuran Sisa Masakan yang Bisa Ditanam Kembali

    April 2, 2021 / Add Comments

    Ada beberapa bagian sayuran yang terpaksa dibuang saat memasak karena tak bisa dikonsumsi. Jangan buru-buru buang bagian ini karena bisa…

  • Berkunjung ke Agrowisata Turi, Petik Langsung Salak Pondok Dari Pohonnya
    Gaya Hidup dan Hiburan

    Berkunjung ke Agrowisata Turi, Petik Langsung Salak Pondok Dari Pohonnya

    April 1, 2021 / Add Comments

    Salak adalah jenis buah yang memiliki rasa manis dan sepat yang khas. Rasanya yang khas itu menjadikan salak sebagai buah tangan…

  • Aneka Warna Beras, Mana yang Lebih Sehat?
    Gaya Hidup & Belanja

    Aneka Warna Beras, Mana yang Lebih Sehat?

    March 30, 2021 / Add Comments

    Ada banyak macam beras, meskipun kita sangat akrab dengan beras putih. Sayangnya, banyak yang menilai beras putih justru yang paling tidak…

  • 7 Bahan Makanan yang Bisa Ditanam Sendiri di Rumah
    Gaya Hidup & Belanja

    7 Bahan Makanan yang Bisa Ditanam Sendiri di Rumah

    March 30, 2021 / Add Comments

    Menanam bahan makanan bisa menjadi salah satu cara menghemat uang. Selain itu, ketika siap digunakan, bahan makanan juga menjadi lebih…

  • Bakar Lemak dengan Minum Kopi 30 Menit Sebelum Olahraga
    Gaya Hidup & Belanja

    Bakar Lemak dengan Minum Kopi 30 Menit Sebelum Olahraga

    March 29, 2021 / Add Comments

    Jika Anda rutin berolahraga, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition menyarankan Anda…

  • Cara Memilih Lemon Segar Berkadar Air Tinggi
    Gaya Hidup dan Hiburan,  Kesehatan

    Cara Memilih Lemon Segar Berkadar Air Tinggi

    March 21, 2021 / Add Comments

     Pastikan membeli lemon yang segar dan berkualitas jika ingin mengolahnya menjadi minuman kesehatan. Konsumsi air lemon secara rutin memberikan efek…

  • Wisata Tidur Sawah di Langkat, Kemah di Tengah Hamparan Padi dan Bukit Barisan
    Gaya Hidup dan Hiburan,  Ulasan

    Wisata Tidur Sawah di Langkat, Kemah di Tengah Hamparan Padi dan Bukit Barisan

    March 20, 2021 / Add Comments

    Wisata ke gunung atau pantai mungkin sudah biasa. Tapi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Anda bisa wisata di sawah, bahkan bisa…

  • Serba-serbi Tanaman Krokot dan Khasiatnya untuk Kesehatan
    Gaya Hidup & Belanja

    Serba-serbi Tanaman Krokot dan Khasiatnya untuk Kesehatan

    March 20, 2021 / Add Comments

    Tanaman krokot adalah tanaman yang tumbuh liar. Meski begitu, tanaman dengan nama latin Portulaca oleracea ini ternyata punya sejumlah manfaat…

  • Kapan Waktu Maksimal Kopi Harus Dihabiskan?
    Gaya Hidup & Belanja

    Kapan Waktu Maksimal Kopi Harus Dihabiskan?

    March 20, 2021 / Add Comments

    Saat energi sangat terbatas tetapi tubuh harus tetap terjaga, banyak orang memilih meminum kopi sepanjang hari. Terkadang, kopi yang sudah dingin dan tersisa…

1415161718
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
  • 5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
    5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
  • Liburan Akhir Tahun #DiIndonesiaAja dengan Paket Staycation dari Marriott
    Sebab Pariwisata Butuh Agen Perjalanan Online di Masa Pandemi Covid-19
  • Aktivitas
  • Aktivitas & Hobi
  • Batubara
  • Berita dan Event
  • Blog
  • budaya
  • Budaya Nusantara
  • Cars
  • cerita Nusantara
  • Covid-19
  • Creative
  • Culture
  • Daftar Pilihan
  • Data & Statistik
  • Destinasi & Tempat Menarik
  • Dining
  • Featured Posts
  • Gaya Hidup & Belanja
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Geografi dan Geologi
  • Health
  • Informasi Umum
  • Itinerary
  • Jenis Tambang
  • Kesehatan
  • klipping berita
  • Kuliner
  • Kuliner & Nongkrong
  • Nature
  • News
  • Panduan Belanja
  • Panduan Kuliner Lokal
  • Panduan Lingkungan
  • Panduan Lokal & Wisata
  • Pertambangan
  • Profil Bisnis & Wawancara
  • Regulasi
  • Resep
  • Sejarah
  • Sorortan Lokal
  • Teknologi
  • Tempat Baru di Kota
  • Tips & Trik Perjalanan
  • Ulasan
  • Ulasan & Rekomendasi
  • Uncategorized
  • Wisata
  1. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total)October 13, 2025

    […] Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total) […]

  2. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Pemerintah Terbaru: PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan Kedua PP 96/2021)October 13, 2025

    […] PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan II PP 96/2021) […]

  3. nathavarta on 5 Cafe di Antapani Bandung, Asik untuk Nongkrong dan FotoSeptember 30, 2025

    Asyik

  4. nathavarta on Andaliman, Rempah Eksotis dari Tanah BatakSeptember 30, 2025

    Andaliman bikin binir ketir ketir

  5. nathavarta on Jelajah Rasa di Jantung Sejarah: 3 Kuliner Wajib di Passer Baru yang Bertahan Melintasi ZamanSeptember 30, 2025

    Enak kelihatannya ini

  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
© 2025 - All Rights Reserved | NUSAVARTA
  • Privacy Policy
  • Contact US
  • Disclaimer
Change Location
Find awesome listings near you!