Nusavarta

Random Articles

Emas Tembus Rekor US$4.200, Sinyal Dovish Powell dan Tensi AS-China Ciptakan ‘Badai Sempurna’

Kopi Colol, Daya Tarik Wisata ke Kampung Colol Manggarai Timur

10 Tempat Wisata di Lembang yang Lagi Hits dan Populer

Dendeng Balado dan 5 Kuliner Khas Padang yang Harus Dicoba untuk Makan Siang

Dendeng Balado dan 5 Kuliner Khas Padang yang Harus Dicoba untuk Makan Siang

Facebook Twitter Instagram Youtube
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account

No Widgets found in the Sidebar Alt!

  • 7 Mitos Tentang Alpukat Yang Mungkin Anda Percayai, Tapi Sebaiknya Jangan
    Gaya Hidup & Belanja

    7 Mitos Tentang Alpukat Yang Mungkin Anda Percayai, Tapi Sebaiknya Jangan

    February 5, 2021 / Add Comments

    Demam alpukat dimulai beberapa tahun lalu saat semua orang mulai “going green” mungkin, dan kelihatannya si Ratu Hijau tidak akan…

  • Pergi Naik Kendaraan Umum atau Pribadi Saat Pandemi, Simak Dulu Kiat Ini
    Gaya Hidup & Belanja

    Pergi Naik Kendaraan Umum atau Pribadi Saat Pandemi, Simak Dulu Kiat Ini

    February 2, 2021 / Add Comments

    Melakukan perjalanan atau bepergian saat pandemi memang sebaiknya dihindari untuk meminimalisir penularan virus. Tapi kadang Anda harus pergi ke luar rumah untuk…

  • 5 Kegiatan Wisata di Batu Katak Bohorok Langkat, Bisa Jelajah Goa
    Gaya Hidup dan Hiburan,  Ulasan

    5 Kegiatan Wisata di Batu Katak Bohorok Langkat, Bisa Jelajah Goa

    February 2, 2021 / Add Comments

    Taman Nasional Gunung Leuser di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara memiliki sejumlah pilihan tempat ekowisata selain Bukit Lawang yang dapat dikunjungi…

  • Lebih Banyak Mana, Kalori Nasi Uduk atau Nasi Kuning?
    Gaya Hidup & Belanja

    Lebih Banyak Mana, Kalori Nasi Uduk atau Nasi Kuning?

    February 1, 2021 / Add Comments

    Nasi uduk dan nasi kuning adalah pilihan sarapan favorit masyarakat Indonesia. Beberapa lebih menyukai nasi uduk dengan telur, bihun, kentang,…

  • Serba-serbi Hari Raya Saraswati, Perayaan Turunnya Ilmu Pengetahuan
    Gaya Hidup & Belanja

    Serba-serbi Hari Raya Saraswati, Perayaan Turunnya Ilmu Pengetahuan

    February 1, 2021 / Add Comments

    Pada 30 Januari 2021, umat Hindu di Indonesia merayakan Hari Raya Saraswati. Hari raya yang digelar setiap 6 bulan sekali itu…

  • Liburan ke TN Kelimutu, Jangan Lupa Mampir di Kafe Pinggir Sawah Ini
    Gaya Hidup dan Hiburan,  Ulasan

    Liburan ke TN Kelimutu, Jangan Lupa Mampir di Kafe Pinggir Sawah Ini

    February 1, 2021 / Add Comments

    Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko adalah salah satu desa penyangga destinasi wisata yang mendunia, yakni Taman Nasional (TN) Kelimutu. Sebagai desa…

  • Kopi Kenangan Bakal Bikin Museum Kopi Kenangan Heritage
    Gaya Hidup & Belanja

    Kopi Kenangan Bakal Bikin Museum Kopi Kenangan Heritage

    January 31, 2021 / Add Comments

     Kopi Kenangan berencana membangun Kopi Kenangan Heritage untuk mengangkat cerita kopi Nusantara. Chief Executive and Co-Founder Kopi Kenangan, Edward Tirtanata mengatakan…

  • Melihat Pesona dan Keunikan Lima Destinasi Super Prioritas Indonesia
    Gaya Hidup dan Hiburan,  Ulasan

    Melihat Pesona dan Keunikan Lima Destinasi Super Prioritas Indonesia

    January 30, 2021 / Add Comments

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah fokus mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di lima destinasi super prioritas Indonesia. Kelimanya diunggulkan untuk menarik wisatawan…

  • Anda Tim Bubuk Atau Biji Kopi?
    Gaya Hidup & Belanja

    Anda Tim Bubuk Atau Biji Kopi?

    January 29, 2021 / Add Comments

    Setiap orang memiliki pilihan soal bagaimana menyeduh kopi. Dimulai dari bagaimana mereka membeli kopi sebelum diseduh. Dalam bentuk bubuk atau biji kopi…

  • Cara Simpan Biji Kopi Sangrai yang Benar
    Gaya Hidup & Belanja

    Cara Simpan Biji Kopi Sangrai yang Benar

    January 28, 2021 / Add Comments

    Penggemar kopi spesialti memilih menyimpan kopi dalam bentuk biji sangrai (roasted bean) karena kesegarannya. Namun, kesegaran itu, hanya bertahan sebentar…

  • Apa Itu Seduh Kopi Pour Over?
    Gaya Hidup & Belanja

    Apa Itu Seduh Kopi Pour Over?

    January 27, 2021 / Add Comments

    Pour over termasuk paling digemari barista hingga penyeduh rumahan saat ini. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anda yang mulai menggeluti kopi spesialti…

  • 10 Tahap di Balik Secangkir Kopi
    Gaya Hidup & Belanja

    10 Tahap di Balik Secangkir Kopi

    January 26, 2021 / Add Comments

    Tidak sulit rasanya mendapatkan segelas kopi saat ini. Tinggal pesan di kedai favorit atau membeli bahannya langsung di toko dan…

2223242526
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
  • 5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
    5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
  • Liburan Akhir Tahun #DiIndonesiaAja dengan Paket Staycation dari Marriott
    Sebab Pariwisata Butuh Agen Perjalanan Online di Masa Pandemi Covid-19
  • Aktivitas
  • Aktivitas & Hobi
  • Batubara
  • Berita dan Event
  • Blog
  • budaya
  • Budaya Nusantara
  • Cars
  • cerita Nusantara
  • Covid-19
  • Creative
  • Culture
  • Daftar Pilihan
  • Data & Statistik
  • Destinasi & Tempat Menarik
  • Dining
  • Featured Posts
  • Gaya Hidup & Belanja
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Geografi dan Geologi
  • Health
  • Informasi Umum
  • Itinerary
  • Jenis Tambang
  • Kesehatan
  • klipping berita
  • Kuliner
  • Kuliner & Nongkrong
  • Nature
  • News
  • Panduan Belanja
  • Panduan Kuliner Lokal
  • Panduan Lingkungan
  • Panduan Lokal & Wisata
  • Pertambangan
  • Profil Bisnis & Wawancara
  • Regulasi
  • Resep
  • Sejarah
  • Sorortan Lokal
  • Teknologi
  • Tempat Baru di Kota
  • Tips & Trik Perjalanan
  • Ulasan
  • Ulasan & Rekomendasi
  • Uncategorized
  • Wisata
  1. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total)October 13, 2025

    […] Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total) […]

  2. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Pemerintah Terbaru: PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan Kedua PP 96/2021)October 13, 2025

    […] PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan II PP 96/2021) […]

  3. nathavarta on 5 Cafe di Antapani Bandung, Asik untuk Nongkrong dan FotoSeptember 30, 2025

    Asyik

  4. nathavarta on Andaliman, Rempah Eksotis dari Tanah BatakSeptember 30, 2025

    Andaliman bikin binir ketir ketir

  5. nathavarta on Jelajah Rasa di Jantung Sejarah: 3 Kuliner Wajib di Passer Baru yang Bertahan Melintasi ZamanSeptember 30, 2025

    Enak kelihatannya ini

  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
© 2025 - All Rights Reserved | NUSAVARTA
  • Privacy Policy
  • Contact US
  • Disclaimer
Change Location
Find awesome listings near you!