Uncategorized

Harga Batu Bara Melonjak Tajam, Kebijakan Energi Trump & Lonjakan Kebutuhan Listrik AI Jadi Penopang

Bloomberg/CNBC – 29 September 2025 — Harga batu bara dunia melonjak tajam di awal pekan, ditopang kebijakan pro-batu bara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan lonjakan permintaan listrik dari pusat data kecerdasan buatan (AI), serta diperparah dengan ketatnya pasokan Indonesia.

Di bursa ICE Newcastle, kontrak Oktober 2025 meroket 3,38% menjadi US$110/ton dari sebelumnya US$106,40. Kontrak November 2025 naik 3,9% menjadi US$113/ton, sementara Desember 2025 berada di US$110,50/ton (+1,7%). Harga untuk Januari 2026 tercatat US$112/ton, dan Februari 2026 US$112,85/ton.

Reli ini terjadi setelah harga batu bara sempat anjlok hampir 20% sepanjang tahun akibat kelebihan pasokan China dan lemahnya permintaan global. Kini pasar berbalik arah karena dua faktor utama: penundaan pensiun PLTU batu bara di AS dan tingginya impor China, yang diperkirakan mencapai 27,4 juta ton pada September, tertinggi tahun ini.

Di AS, Menteri Energi Chris Wright menegaskan banyak PLTU batu bara yang semula akan ditutup kini tetap beroperasi di bawah kewenangan darurat. Bahkan dua reaktor nuklir yang sudah ditutup, termasuk di Three Mile Island, sedang dihidupkan kembali untuk menyuplai listrik bagi pusat data Microsoft. Kebijakan ini sejalan dengan janji Trump untuk mewujudkan “energy dominance” lewat regulasi besar One Big Beautiful Bill (OBBB) yang juga menetapkan royalti baru batu bara bagi kas negara.

Sementara itu, pasokan batu bara termal Indonesia diperkirakan ketat pada Oktober–Desember karena sebagian besar produsen besar telah menjual seluruh kargo mereka. Kondisi paling kritis terjadi pada batu bara kalori rendah 3.800 kcal/kg NAR, yang merupakan grade paling banyak diperdagangkan.

Meski harga saat ini terangkat, volatilitas masih tinggi. Produksi China di Shanxi saja sudah menembus 862 juta ton (+5,2% YoY, Jan–Ags 2025), menunjukkan tren kenaikan output domestik tetap berlanjut, sementara dalam jangka panjang transisi energi ke energi terbarukan makin kuat.

Author: Bang Ferry

GEOLOGIST LIKE COFFIE

GEOLOGIST LIKE COFFIE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *