klipping berita

Kontrak Jangka Panjang Mengunci Asia pada Batubara, Hambat Pemanfaatan Energi Terbarukan

Reuters – 20 November 2025 — Kontrak pembelian listrik jangka panjang (PPA) membuat negara-negara Asia, terutama Asia Tenggara, semakin sulit beralih dari batubara. Data Powering Past Coal Alliance (PPCA) menunjukkan 50–100% kapasitas PLTU di kawasan masih terikat kontrak dengan sisa 9–18 tahun, memaksa utilitas tetap menyerap listrik batubara meski pasokan surya dan angin tersedia.

Akibatnya, porsi batubara Asia Tenggara naik menjadi 45% pembangkitan listrik tahunan, di atas rata-rata global 34%, sementara porsi energi bersih kawasan hanya 26%, tertinggal dari rata-rata dunia 41%.

Kontrak jangka panjang memberi pendapatan pasti bagi PLTU dan menjaga lapangan kerja, sehingga penghentian dini PLTU sulit dilakukan. Pelanggaran kontrak juga berisiko memicu penalti finansial.

Di China, penggunaan PLTU tetap tinggi dengan output naik 7,3% YoY pada Oktober, dan curtailment surya diproyeksikan melebihi 5% di 21 provinsi dalam 10 tahun ke depan. India juga terus menambah kontrak baru PLTU meski memperluas energi terbarukan.

Laporan Ember dan Climate Trends memperingatkan risiko aset batubara mangkrak dan meningkatnya biaya tetap bagi operator listrik jika kontrak tidak dirombak. Para ahli menekankan perlunya desain kontrak yang lebih fleksibel agar energi terbarukan dapat terserap optimal.

Ikuti saluran Indomine • Batu Bara & Nikel

Author: nathavarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *