Uncategorized

Pengusaha Batu Bara Khawatir B50 Tekan Daya Saing, ESDM Tetap Lanjut Target 2026

Tempo – 28 Oktober 2025 — Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) mendesak pemerintah untuk membatalkan rencana implementasi B50 karena dinilai akan meningkatkan biaya produksi dan menurunkan daya saing industri. Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani menjelaskan, implementasi B40 saja (sejak Jan 2025) telah menaikkan biaya operasional secara signifikan akibat pencabutan subsidi non-PSO.

Gita menyoroti bahwa bahan bakar menyumbang 30-40% biaya produksi, sehingga kenaikan harga biodiesel akan menekan margin dan berpotensi mengurangi PPh perusahaan. Masalah teknis kompatibilitas alat berat dengan B40 (dan B50) juga menjadi kekhawatiran karena belum ada jaminan pabrikan di atas B10.

Namun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan rencana B50 tetap berlanjut untuk semester II 2026, yang telah disetujui Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan mengurangi impor solar dan meningkatkan harga CPO petani. Bahlil mengakui tantangan bagi pengusaha namun optimis akan menemukan “keseimbangan” harga, setelah uji coba B50 pada berbagai moda transportasi menunjukkan hasil memuaskan.

Ikuti saluran Indomine •

Author: Bang Ferry

GEOLOGIST LIKE COFFIE

GEOLOGIST LIKE COFFIE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *