Perebutan Limbah Aluminium Memanas di Pasar Global
IDNFinancial – 24 November 2025 — Limbah aluminium kini menjadi komoditas strategis yang diperebutkan AS, Uni Eropa, dan China seiring meningkatnya kebutuhan mineral kritis untuk transisi energi.
Uni Eropa mencatat lebih dari 1 juta ton rongsokan aluminium “bocor” keluar tiap tahun dan tengah menyiapkan pembatasan ekspor demi menjaga pasokan daur ulang—kunci untuk mencapai target 25% kebutuhan mineral kritis dari daur ulang pada 2030. Daur ulang aluminium hanya membutuhkan 5% energi dibanding produksi primer.
AS juga mempertimbangkan kontrol ekspor, menuding China sebagai penyerap terbesar limbah global, sementara tingkat daur ulang kaleng aluminium AS masih rendah yakni 43% (global 75%).
UE menuding tarif impor AS—yang membebaskan bea limbah aluminium—sebagai pemicu arus rongsokan murah dari Eropa ke pasar AS, terlebih sejak kapasitas smelter primer UE turun 25% sejak 2011.
China semakin agresif memperluas kapasitas daur ulang menjadi 15 juta ton/tahun pada 2027, mengamankan pasokan rongsokan melalui jaringan negara transit seperti Malaysia dan Thailand. Dominasi China di sektor aluminium sekunder kini dikhawatirkan akan berulang seperti pada sektor primer, memicu gelombang baru proteksionisme sumber daya di negara-negara Barat.
Ikuti saluran Indomine


