Prabowo Soroti Tambang Ilegal, Perintahkan Bersih-Bersih Nikel Bauksit dan Timah
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan dimulainya operasi penertiban tambang timah ilegal dan jalur penyelundupan yang selama ini marak di Pulau Bangka dan Pulau Belitung.
Operasi yang melibatkan TNI, Polri, dan Bea Cukai itu menyasar 1.000 titik tambang ilegal yang menyumbang sekitar 80 persen timah yang diselundupkan keluar daerah.
Dalam pernyataannya, Presiden menyebut operasi ini akan menghemat potensi kerugian negara hingga Rp22 triliun hanya dalam kurun September–Desember 2025.
Jika konsisten dilakukan hingga tahun depan, angka tersebut dapat mencapai Rp45 triliun.
Prabowo mengungkapkan selama ini penyelundupan dilakukan melalui berbagai cara, termasuk menggunakan perahu kecil dan kapal ferry.
“Sekarang kita blokade, jalur keluar kita tutup rapat. Tidak ada yang bisa lolos,” ujar Prabowo.
Selain menindak penyelundupan timah, Presiden juga menyoroti potensi strategis tanah jarang yang terdapat dalam limbah tambang timah.
Menurutnya, material ini memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola secara tepat.
Ia memerintahkan Bea Cukai merekrut tenaga ahli kimia untuk memeriksa dan mengidentifikasi kandungan rare earth tersebut.
Dengan demikian, pemerintah dapat mengoptimalkan hasilnya untuk meningkatkan penerimaan negara.
Prabowo juga menegaskan kebijakan ini akan diperluas untuk tambang ilegal lainnya seperti nikel, batu bara, dan bauksit.
Negara harus mengambil alih atau menutup operasi ilegal agar tidak ada lagi kebocoran yang merugikan rakyat.
Langkah “bersih-bersih” tambang ini diharapkan membawa efek jangka panjang berupa bertambahnya pemasukan negara yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan.
“Kita harus berani menertibkan ini semua. Jika kita tegakkan, Insya-Allah negara kita akan jauh lebih makmur,” ucap Presiden.***
Sumber: MALANGHITS.COM –


