Pertambangan

Analisis Lereng

  • Lereng merupakan suatu permukaan tanah atau batuan yang miring dan memiliki suatu sudut tertentu terhadap bidang horisontal.
  • Lereng pada umumnya dapat terbentuk secara alamiah maupun secara buatan.
  • Kemantapan suatu lereng tergantung terhadap besarnya gaya penahan dan gaya penggerak yang terdapat pada bidang gelincir tersebut.
  • Menurut material pembentuknya, lereng dapat dibedakan atas lereng batuan dan lereng tanah, sehingga pendekatan penyelesaiannya dalam analisa kestabilan lereng batuan akan berbeda dengan analisa kestabilan lereng pada material tanah.
  • Batuan didefinisikan oleh ahli teknik sipil dan ahli geoteknik sebagai material lepas yang keras dan solid dari kulit bumi, sedangkan tanah adalah hasil disintegrasi batuan menjadi partikel-partikel lebih kecil akibat pengaruh temperatur, gravitasi, angin dan hujan secara terus-menerus.
  • Berdasarkan sifat mekanik, material dikatakan tanah apabila mempunyai nilai kuat tekan lebih kecil dari 1 MPa, sedangkan material dikatakan batuan jika mempunyai nilai kuat tekan lebih besar dari 1 MPa (145 Psi) (menurut pendapat Z.T. Bieniawski, 1973).

CIRI – CIRI

  • Pada batuan , longsoran yang terjadi lebih banyak dipengaruhi oleh struktur geologi yang berhubungan dengan cacat geologi dan kondisi air tanah yang berhubungan dengan kekuatan batuan.
  •  Pada tanah, longsoran yang terjadi lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi air tanah, dimana struktur geologi pada tanah tidak lagi tampak.

ANALISIS KESTABILAN LERENG

  • METODE KINEMATIKA
  • METODE KESETIMBANGAN BATAS
  • METODE NUMERIK

METODE KINEMATIKA

LONGSOR BIDANG

  • Terdapat bidang luncur bebas (daylight), berarti kemiringan bidang luncur harus lebih kecil daripada kemiringan lereng
  • Arah bidang luncur sejajar atau mendekati dengan arah lereng (maksimum berbeda 20Âş).
  • Kemiringan bidang luncur lebih besar daripada sudut geser dalam batuannya.
  • Terdapat bidang bebas (tidak terdapat gaya penahan) pada kedua sisi longsoran.

LONGSORAN BAJI

  • Permukaan antara dua bidang lemah rata, tetapi kemiringan salah satu bidang lemah lebih besar dari kemiringan bidang lemah lainnya.
  • Kemiringan penunjaman garis potong harus lebih kecil daripada sudut kemiringan lereng.
  • Bentuk longsoran baji dibatasi oleh muka lereng, bagian atas lereng dan kedua bidang lemah.

LONGSORAN GULING

  • Longsoran guling terjadi pada batuan yang keras dan memiliki lereng terjal dengan bidang lemah yang tegak atau hampir tegak dan arahnya berlawanan dengan arah kemiringan lereng
  • Longsoran ini bisa berbentuk blok atau bertingkat.

LONGSORAN BUSUR

  • Longsoran busur dapat terjadi pada batuan yang lunak atau pada timbunan batuan. Biasanya batuan yang longsor itu bergerak pada suatu bidang. Bidang ini disebut bidang gelincir atau bidang geser. Bentuk bidang ini sering mendekati busur lingkaran
  • Pada batuan yang keras longsoran busur dapat terjadi jika batuan tersebut sudah mengalami pelapukan dan mempunyai bidang lemah yang rapat dan tidak dikenali kedudukannya.

KESETIMBANGAN BATAS

  • Metode Kesetimbangan Batas merupakan suatu metode kesetimbangan antara gaya yang menahan longsor terhadap gaya yang menyebabkan longsor.
  • Nilai FK < 1, lereng dalam keadaan tidak stabil atau tidak mantap.
  • Nilai FK = 1, lereng dalam keadaan Seimbang.
  • Nilai FK > 1, lereng dalam keadaan stabil atau mantap.

TERMASUK METODE KESETIMBANGAN BATAS

  • BISHOP
  • SPENCER
  • SHARMA
  • MORGENSTERN
  • FILLENIUS

Author: Bang Ferry

GEOLOGIST LIKE COFFIE

GEOLOGIST LIKE COFFIE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *