Vietnam Bebaskan Pajak Minimum Global untuk Proyek PLTU BOT Demi Jaga Investor
TheStar – 04 Oktober 2025 — Vietnam berencana membebaskan tujuh proyek PLTU BOT dari pajak minimum global 15%, mengorbankan potensi penerimaan US$425,8 juta demi hindari klaim kompensasi dan jaga kepercayaan investor.
Usulan Kemenkeu dalam Resolusi 107/2023/QH15 mencakup proyek dengan 75–80% pendanaan asing, melibatkan Mitsubishi, Marubeni, Sumitomo, Kepco, AES, dan China Southern Power Grid. Potensi pajak tambahan: Nghi Son 2 US$189,5 juta, Hai Duong US$94 juta, Vinh Tan 1 US$65 juta, Vung Ang 2 US$52,9 juta, Mong Duong 2 US$14,4 juta, Van Phong US$10 juta.
Kemenkeu menilai penerapan pajak bisa memicu klausul “adverse change in law”. Opsi menaikkan tarif listrik berisiko inflasi, sementara perpanjangan proyek berbenturan dengan komitmen iklim. Karena itu, diusulkan tarif pajak 0% bagi PLTU BOT tertentu.
Pajak global yang mulai berlaku 2024 menargetkan penerimaan US$600 juta per tahun; pengecualian ini menjadi langkah menjaga stabilitas energi dan investasi. Rancangan aturan akan dibahas pada sidang Majelis Nasional Oktober 2025, dan jika disetujui, berlaku segera—berpotensi memperpanjang era batu bara Vietnam sekaligus memperkuat dominasi ekspor Indonesia di kawasan.
Ikuti saluran Indomine • Batu Bara & Nikel


