ESDM Kaji DMO Emas, Bergantung pada Pemulihan Produksi Freeport
Bloomberg – 16 Oktober 2025 — Kementerian ESDM masih mengkaji kebijakan domestic market obligation (DMO) untuk emas, namun pelaksanaannya kemungkinan bersifat sementara, tergantung pada pemulihan produksi PT Freeport Indonesia pasca-longsor di tambang Grasberg.
Dirjen Minerba Tri Winarno menyebut DMO bisa diberlakukan hanya saat Freeport belum beroperasi penuh, karena* Antam masih mengimpor sekitar 30 ton emas per tahun dari Singapura dan Australia*, meski sudah memiliki perjanjian pasokan 30 ton dengan Freeport. Ia mengingatkan penerapan DMO saat produksi pulih bisa memicu kelebihan pasokan domestik.
Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA) menilai harga DMO sebaiknya mengikuti harga pasar global dan menyarankan bea keluar sebagai opsi lain menjaga pasokan dalam negeri.
Menteri Bahlil Lahadalia mengakui gangguan di Grasberg menekan pasokan Antam. Dirut Antam Achmad Ardianto menyebut produksi emasnya hanya 1 ton per tahun dari tambang Pongkor yang cadangannya tersisa 5 ton, sementara kebutuhan nasional mencapai 43 ton. Penjualan emas menyumbang Rp49,54 triliun atau 84% pendapatan semester I-2025, sehingga Antam sangat bergantung pada impor, buyback, dan pasokan 30 ton dari PMR Freeport Gresik.
Ikuti saluran Indomine • Batu Bara & Nikel
