Apakah Emas Sedang dalam Gelembung Harga, dan Kapan Akan Meletus?
Bloomberg – 16 Oktober 2025 — Lonjakan harga emas yang kini menembus US$4.000 per ons memunculkan kembali perdebatan apakah logam mulia ini tengah memasuki gelembung harga ketiga, setelah reli besar pada akhir 1970-an dan awal 2010-an. Polanya serupa: kenaikan tajam di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, diikuti koreksi besar setelah ketegangan mereda. Saat ini, lonjakan emas didorong oleh kekhawatiran terhadap ekonomi berbasis AI, ketegangan AS–China, serta melemahnya kepercayaan pada aset keuangan konvensional.
Dua gelembung sebelumnya pecah ketika muncul aset pesaing yang lebih menarik — saham dan obligasi pada awal 1980-an dan 2010-an. Kini, dengan minimnya alternatif investasi dan ketidakstabilan global yang berlanjut, emas tetap menjadi “asuransi portofolio terhadap kekacauan sistemik”, meski nilainya makin mahal dan lebih spekulatif.
Analis memperkirakan koreksi jangka pendek mungkin segera terjadi, terutama jika hubungan AS–China membaik dan tensi global mereda, namun belum terlihat tanda-tanda penjualan besar yang bisa memicu kejatuhan tajam. Dengan demikian, reli emas saat ini lebih berpotensi berlanjut dalam fase volatilitas tinggi, ketimbang langsung berakhir dalam waktu dekat.
Ikuti saluran Indomine • Batu Bara & Nikel


