CNBC/Investing – 04 Februari 2026 – PT Daaz Bara Lestari Tbk DAAZ resmi berekspansi ke sektor hilirisasi nikel dengan bergabung dalam mega-proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) bersama PT Aneka Tambang Tbk ANTM dan PT Industri Baterai Indonesia (IBC). Melalui entitas anaknya, Daaz Nexus Energy Limited, perseroan masuk ke dalam konsorsium global HYD Investment Limited yang juga beranggotakan raksasa Tiongkok, Zhejiang Huayou Cobalt dan EVE Energy. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Framework Agreement pada 30 Januari 2026.
Proyek integrasi hulu-ke-hilir ini diperkirakan menelan nilai investasi fantastis mencapai USD 5–6 miliar (setara Rp84 triliun hingga Rp100,8 triliun dengan asumsi kurs Rp16.800/USD). Berlokasi strategis di Halmahera Timur dan Jawa Barat, kerjasama ini mencakup rantai pasok lengkap mulai dari pengelolaan bijih nikel, pengolahan dan pemurnian, hingga produksi sel baterai dengan potensi kapasitas mencapai 20 GWh. Inisiatif ini sejalan dengan visi IBC untuk menempatkan Indonesia sebagai pusat produksi baterai global, bukan sekadar pemasok bahan mentah.
Meski demikian, Direktur Utama DAAZ, Mahar Atanta Sembiring, menekankan bahwa kesepakatan ini masih bersifat kerangka awal (preliminary). Realisasi investasi dan eksekusi proyek selanjutnya masih akan bergantung pada hasil studi kelayakan, pemenuhan prasyarat pendahuluan, serta penandatanganan perjanjian definitif yang mengikat. Manajemen memastikan seluruh proses tindak lanjut akan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang ketat.