Bloomberg – 05 Februari 2026 – Fakta mengejutkan terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Kementerian Investasi/BKPM dan Komisi XII DPR RI. Pemerintah melaporkan bahwa PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), salah satu raksasa smelter yang beroperasi di kawasan IMIP Morowali, belum pernah sekalipun menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Akibatnya, realisasi investasi dari entitas milik Tsingshan Holding Group—yang memproduksi 500.000 ton NPI per tahun dan memiliki PLTU 2×65 MW ini—sama sekali tidak tercatat dalam data pemerintah, meskipun kegiatan operasionalnya berjalan masif.
ITSS bukan satu-satunya perusahaan yang abai. BKPM mencatat bahwa dari 19 perusahaan sektor ESDM yang masuk dalam pengawasan insidental sepanjang 2025, terdapat 9 perusahaan yang tidak pernah melapor. Ketidakpatuhan ini sangat kontras jika dibandingkan dengan smelter lain yang taat asas, seperti PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) yang mencatatkan realisasi investasi tertinggi sebesar Rp35,8 triliun, disusul Artabumi Sentra Industri (Rp24,7 triliun) dan Bintan Alumina Indonesia (Rp17,8 triliun).
Menanggapi temuan ini, Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, mendesak tindakan yang lebih keras daripada sekadar sanksi administratif. Ia meminta BKPM menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memberikan efek jera bagi perusahaan-perusahaan “bandel” tersebut. DPR menilai absennya pelaporan ini sangat memprihatinkan dan berpotensi merugikan negara dari sisi pendataan ekonomi, mengingat besarnya skala operasi yang dijalankan tanpa transparansi investasi yang memadai.
Berikut adalah rekapitulasi data pengawasan investasi smelter oleh BKPM sepanjang tahun 2025, diurutkan berdasarkan nilai realisasi yang dilaporkan:
Top Realisasi Investasi (Triliun Rupiah):
- PT Gunbuster Nickel Industry (GNI): Rp35,8 T
- PT Artabumi Sentra Industri: Rp24,7 T
- PT Peter Metal Technology: Rp21,24 T
- PT Bintan Alumina Indonesia: Rp17,8 T
- PT Sulawesi Nickel Cobalt: Rp13,7 T
- PT Kalimantan Ferro Industry: Rp9 T
- PT Ocean Sky Metal Industry: Rp7,2 T
- PT Lestari Smelter Indonesia: Rp7 T
- PT Youshan Nickel Indonesia: Rp7 T
Realisasi Menengah & Bawah:
- PT Bukit Smelter Indonesia: Rp3,2 T
- PT Merdeka Tsingshan Indonesia: Rp3,1 T
- PT Walsin Nickel Industrial Indonesia: Rp2,9 T
- PT Cahaya Smelter Indonesia: Rp2,8 T
- PT Hengjaya Nickel Industry: Rp1,8 T
- PT Ranger Nickel Industry: Rp1,8 T
- PT Tsingshan Steel Indonesia: Rp1,7 T
- PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia: Rp1,5 T
- PT Indonesia Guang Ching Nickel & Stainless: Rp0,7 T
- PT Obsidian Stainless Steel: Rp314,66 Miliar
- PT Sunny Metal Industry: Rp37,5 Miliar
- PT Bintang Timur Steel: Rp6 Miliar
Zona Merah (Nihil/Tidak Lapor):
- PT Century Metalindo: Rp0 (Nol Realisasi)
- PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS): ⚠️ Belum Pernah Melapor