Memahami Concretion Factor (CF) atau Washing Recovery
Dalam dunia pertambangan bauksit, bijih yang diambil dari alam (disebut Run of Mine atau ROM) masih berupa tanah kotor yang bercampur dengan lempung (tanah liat). Untuk mendapatkan bijih bauksit bersih (washed bauxite), material tersebut harus dicuci dan disaring.
Concretion Factor (CF) adalah persentase berat bauksit bersih (konkresi) yang berhasil didapatkan setelah proses pencucian, dibandingkan dengan berat kotor material awal.
Berikut adalah rumusnya:
CF = {Berat Sampel Tercuci (Bauksit Bersih)\Berat Sampel Awal (Bauksit Kotor)x 100
Contoh Simulasi di Lapangan:
- Anda menggali sumur uji dan mengambil sampel bauksit kotor seberat 20 kg.
- Sampel tersebut dicuci menggunakan air dengan saringan berukuran 2 mm (material tanah liat yang lebih kecil dari 2 mm akan terbuang sebagai limbah pencucian/ tailing).
- Setelah dicuci dan dikeringkan, sisa kerikil bauksit bersih yang tertinggal di atas saringan ditimbang dan hasilnya adalah 8 kg.
- Maka perhitungan CF-nya adalah: (8 / 20) x 100 = 40%
Mengapa CF sangat penting?
- Menentukan Keekonomian: Jika nilai CF terlalu rendah (misalnya di bawah 25%), berarti lebih banyak tanah liat yang digali dan dibuang daripada bauksit yang didapat. Biaya operasional penambangan dan pencucian menjadi tidak sebanding dengan hasil produksi. Umumnya, perusahaan tambang menetapkan Cut Off Grade untuk CF minimal di angka 30% hingga 35%.
- Menghitung Cadangan: Tonase cadangan bauksit yang dilaporkan selalu berupa tonase bauksit bersih (sudah dikalikan dengan nilai CF rata-rata), bukan tonase tanah kotor.