Uncategorized

Ekspor Minyak Sawit Indonesia Melonjak 35% Menjadi $16,66 Miliar; Tiongkok Minta Jaminan Pasokan Jangka Panjang di Tengah Dorongan Program B50 Biofuel

JakartaGlobe – 03 Oktober 2025 — Sektor minyak sawit Indonesia mengalami lonjakan signifikan, mencatat peningkatan ekspor sebesar 35,23% year-on-year (yoy) menjadi $16,66 miliar dalam delapan bulan pertama tahun 2025. Lonjakan ini, yang didorong oleh kenaikan harga 19,91% yoy menjadi rata-rata $1.041,32 per ton, telah mendorong mitra dagang utama, terutama Tiongkok, untuk secara resmi meminta jaminan kepastian pasokan jangka panjang.

Pendapatan ekspor yang meningkat ini sangat penting dalam mempertahankan surplus perdagangan Indonesia selama 64 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Volume CPO dan produk olahannya yang diekspor juga melonjak 13,56% yoy, dari 14,26 juta ton menjadi 16,20 juta ton.

Tiongkok Mencari Jaminan Pasokan di Tengah Tekanan Kebijakan Domestik
Tiongkok, yang mencatat surplus perdagangan pertanian $1,77 miliar dengan Indonesia sepanjang 2024, secara spesifik meminta jaminan untuk pasokan CPO-nya. Ekspor minyak sawit Indonesia ke Tiongkok saja mencapai $2,72 miliar pada tahun 2024, menjadikannya ekspor pertanian terbesar negara tersebut ke Beijing, diikuti oleh sarang burung walet ($428 juta) dan karet ($363 juta).

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengonfirmasi bahwa permintaan Tiongkok untuk kepastian jangka panjang didasarkan pada meningkatnya permintaan domestik mereka. Indonesia, sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, harus menyeimbangkan permintaan ekspor ini dengan kebijakan energi domestiknya yang agresif.

Program B50 Domestik dan Tantangan Tarif
Indonesia sedang bersiap untuk meningkatkan produktivitas guna mendukung program mandatori B50, yang mewajibkan pencampuran bahan bakar diesel dengan 50% minyak sawit—peningkatan dari campuran B40 saat ini—mulai tahun depan. Sudaryono menekankan bahwa pemerintah akan memastikan produktivitas diperkuat untuk memenuhi kebutuhan energi domestik B50 sekaligus mengamankan pasokan ekspor.

Di pasar internasional, minyak sawit Indonesia menghadapi tantangan proteksionisme baru:

  • Amerika Serikat: Bea masuk AS sebesar 19% pada barang-barang Indonesia mulai berlaku pada 7 Agustus. Meskipun ada tarif, Indonesia mengekspor sekitar 2,6 juta ton CPO dan turunannya ke AS hanya pada bulan Agustus.
  • Uni Eropa (UE): Ekspor ke pasar UE berjumlah $1,27 miliar selama delapan bulan pertama 2025, dengan $192,64 juta tercatat pada Agustus. Jakarta berupaya mencapai perjanjian perdagangan bebas dengan blok tersebut pada awal 2027 untuk mengurangi hambatan perdagangan yang ada.

Ikuti saluran Indomine • Batu Bara & Nikel

Author: Bang Ferry

GEOLOGIST LIKE COFFIE

GEOLOGIST LIKE COFFIE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *