Pemerintah Kunci 15 Komoditas Prioritas Hilirisasi, Nikel Jadi “Primadona” dengan Investasi Rp365 Triliun
NikelID – 05 Februari 2026 – Pemerintah melalui Kementerian Investasi/BKPM secara resmi menetapkan 15 komoditas prioritas dari total 28 komoditas yang akan menjadi fokus utama hilirisasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) empat tahun ke depan. Dalam rapat kerja bersama DPR RI, Menteri Investasi Rosan Roeslani menegaskan bahwa Nikel menempati posisi puncak sebagai komoditas unggulan dengan target nilai investasi yang fantastis, mencapai Rp365 triliun. Pemetaan ini mencakup lokasi, kesiapan investor, hingga teknologi pengolahan yang diperlukan untuk mempercepat realisasi nilai tambah di dalam negeri.
Dominasi nikel Indonesia di pasar global menjadi landasan kuat penetapan prioritas ini. Data Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) tahun 2024 menunjukkan penguasaan pasar yang absolut: pangsa pasar Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) mencapai 82%, Nickel Pig Iron (NPI) sebesar 81%, dan Nickel Matte sebesar 70%. Kinerja ekspor pun mencatatkan angka impresif, di mana ekspor Feronikel dan NPI menembus US$12,60 miliar (8,6 juta ton), disusul MHP senilai US$3,44 miliar, dan Nickel Matte sebesar US$2,97 miliar. Tiongkok masih menjadi tujuan ekspor utama, mendominasi serapan produk turunan nikel Indonesia dibandingkan negara mitra lain seperti Jepang dan Korea Selatan.
Ke depan, pemerintah berkomitmen memperkuat tata kelola hilirisasi melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang lebih ketat guna mengawal proyek-proyek strategis ini. Fokus kebijakan tidak hanya pada peningkatan volume ekspor, tetapi juga memastikan integrasi rantai pasok global yang semakin memperkokoh posisi tawar Indonesia sebagai pusat industri baterai dan logam dunia.