
Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Pagi Ini, Berikut Data Vulkaniknya
GUNUNG Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meletus lima kali pada Selasa pagi, 12 Agustus 2025. Salah satu erupsi pagi ini menghasilkan kolom abu setinggi 1 kilometer dari pusat letusan.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto lima erupsi beruntun terjadi sejak pukul 05.17 WIB hingga 10.03 WIB. Letusan yang melontarkan abu setinggi 1 kilometer tercatat pada pukul 07.30 WIB. Abu berintensitas sedang itu mengarah ke barat daya.
“Erupsi masih terjadi saat laporan ini dibuat,” kata Liswanto dalam keterangan resmi, pasca-kejadian.
Badan Geologi masih mempertahankan status Waspada atau Level II untuk Gunung Semeru. Pos pengamatan di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang mencatat sejumlah aktivitas kegempaan sejak Selasa subuh tadi, hingga terbitnya laporan ihwal erupsi.
Meruju data seismograf, ada 47 kali gempa erupsi dengan amplitudo 10-22 milimeter (mm), dengan durasi lindu 50-248 detik. Terekam juga 14 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4-8 mm, berdurasi sekitar 39-105 detik.
Pos Pantau Gunung Semeru juga mencqtat 4 kali gempa harmonik dengan amplitudo 3-8 mm, berdurasi 104-234 detik. Lalu ada 8 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3-15 mm, S-P 14-86 detik (variasi jarak gempa, dengan durasi 40-225 detik.
Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat dan pengunjung tidak memasuki area sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 kilometer dari pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Koboka. Imbauan itu untuk mengantisipasi risiko awan panas serta aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
PVMBG meminta untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Beberapa area yang perlu diperhatikan selain Besuk Kobokan, antara lain Besuk Bang, Besuk Kembar, serta Besuk Sat.
sumber: tempo.co