Indonesia Pertegas Kepemimpinan Nikel Dunia di Forum INSG Lisbon 2025
NikelID – 09 Oktober 2025 — Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menghadiri pertemuan INSG Oktober 2025 di Lisbon pada 6 Oktober, menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin hilirisasi nikel dunia.
Laporan International Nickel Study Group (INSG) mencatat ekonomi global awal 2025 tumbuh kuat berkat investasi AI di AS dan stimulus fiskal Tiongkok, meski diperkirakan melambat pada 2026. Meski aturan tambang diperketat, produksi nikel Indonesia tetap naik. Produksi global naik dari 3,53 juta ton (2024) ke 3,81 juta (2025) dan 4,08 juta (2026), dengan surplus 209 ribu ton pada 2025 dan 261 ribu ton pada 2026.
Sekretaris Umum APNI Meidy Katrin Lengkey menegaskan Indonesia kini bukan sekadar pemasok bahan mentah, tetapi pusat transformasi industri nikel berkelanjutan lewat hilirisasi, penerapan ESG, dan transparansi pasar.
Untuk memperkuat posisi kepemimpinan ini, APNI secara aktif mendorong tiga reformasi utama:
- Revisi Harga Patokan Mineral (HPM) yang lebih adil.
- Standar ESG nasional yang diakui secara global.
- Pembentukan Indonesia Metal Exchange (IMEX).
Kehadiran APNI di forum ini menegaskan komitmen Indonesia memimpin rantai nilai nikel global yang berkelanjutan dan memperkuat peran strategis Indonesia dalam diplomasi sumber daya mineral dunia.
Ikuti saluran Indomine • Batu Bara & Nikel


