Geologi

METODA PENGAMBILAN CONTO

Suatu tubuh deposit bijih adalah campuran dari mineral–mineral dalam perbandingan yang bervariasi,sehingga besar kandungan logamnya pun tidak sama pada setiap bagiannya. Tidak mungkin suatu conto tunggal yang di ambil akan memiliki jumlah kandungan logam yang sama atau yang dapat di anggap mewakili dari keseluruhan masa deposit yang bersangkuta, kecuali hanya secara kebetulan saja. Meskipun demikian, kesalahan yang terjadi akan dapat di perkecil kalau conto yang diambil makin banyak. Tetapi juga tidak mungkin mengambil conto yang sangat banyak untuk mmemperkecil kesalahan, karena lalu menjadi tidak praktis.

Untuk itu diperlukan metode pengamblan conto yang sistemetis yang dapat mengatasi kesalahan yang mungkin terjadi sekecil mungkin. Pengsmbilan conto yang banyak tetepi tidak sistematis letaknya tidak akan memperkecil kesalahan, malahan justru sebaliknya. Jadi ketelitian pengambilan conto itu tergantung dari jumlah conto yang diambil dan lokasi pengambilannya yang tersebar secara baik di seluruh tubuh endapan bijih yang bersangkutan. Hal–hal berikut ini patut diperhatikan waktu pengambilan conto :

1.        Lokasi pengambilan conto harus dicatat ataupun dimasukkan ke dalam peta secara tepat, kalau mungkin supaya diikatkan dengan titik tetap yang ada.

2.        Kalau memakai metode paritan (chanel sampling) maka lebar dan kedalaman paritan tersebut supaya unifom.

3.        Lebar dari setiap conto (sample width) harus selalu dicatat.

4.        Permukaan batuan yang akan diambil conto-nya harus bersih dan segar, kalau perlu harus disikat dengan sikat kawat dan disemprot air untuk menghilangkan bagian–bagian yang lapuk dan endapan garam.

Ada beberapa teknik (cara) pengambilan conto yang saat ini dikenal, teknik mana yang akan dipakai itu tergantung dari beberapa faktor seperti kondisi geologi yang membentuk tubuh deposit, kedalaman, ketebalan lapisan penutup, dan keadaan alami dari deposit itu sendiri seperti berlapis, banded,dan sebagainya.

Teknik pengambilan conto tersebut di atas adalah :

Ö         Cara paritan (Chanel Sampling).

Ö         Cara Trenching.

Ö         Cara Grab Sampling”.

Ö         Cara Test Pitting.

Ö         Cara pemboran (Borehole Sampling)

1.       Cara Paritan (“Chanel Sampling”)

Cara ini yang paling banyak di lakukan,terutama sangat cocok untuk deposit mineral yang berlapis, banded, dan deposit jenis urat (vein), dimana terdapat variasi yang jelas dalam ukuran butir dan warna, yang kemungkinan juga berbeda dalam komposisi dan kadar (grade) dari bahan-bahan berharga yang di kandungannya. Metode Channelling ini dapat dilakukan pada deposit mineral baik yang tersingkap dibawah permukaan maupun yang tersingkap dibawah permukaaan pada dinding-dinding cross-cutraise, sisi-sisi stope, ataupun pada dinding sumuran uji (testpit). Sebaiknya jangan melakukan Chanel Sampling pada lantai terowongan, karena bagian tersebut biasanya kotor dengan bermacam-macam bahan jatuhan yang dapat mengisi rekahan-rekahan yang ada. Kalau terpaksa harus membuat paritan pada lantai, maka lantai harus di bersihkan dulu dari rekahan-rekahan yang ada, kemudian permukaanya di buat benar-benar bersih, baru paritan dapat buat secara biasa.

Conto paritan diambil dengan lebar sekitar 4 sampai 6Cm dan dalamnya sekitar 3 sampai 4Cm, dengan arah biasanya tegak lurus jurus dari formasi. Jarak antara satu parit dan parit lainnya tergantung dari keseragaman dari pada bahan galiannya. Untuk kebanyakan deposit, jarak antara parit kira-kira satu setengah meter, akan tetapi untuk deposit bijih yang kaya dan tersebar setempat-setempat jarak tersebut dapat hanya sekitar sepertiga meter saja. Sebaliknya contoh pada penyelidikan eksplorasi pendahuluan (preliminary),jarak paritan tersebut dapat sejauh enam meteran.

Satu conto pada umunya sudah cukup untuk mewakili sepangjang 2 meter dari parit yang dibuat.

2.       Cara “Trenching” (Selokan Uji)

Trenching perlu dibuat selain untuk menemukan bahan galian juga untuk memperoleh data-data selain mengenai keadaan tubuh batuan (ore body) yang bersangkutan, seperti ketebalan, sifat-sifat fisik, keadaan batuan disekitarnya (country rocks), jurus dan kemiringan dan sebagainya.

Cara pengambilan conto dengan trenching ini paling cocok dilakukan pada tubuh bahan galian yang terletak dangkal di bawah permukaan tanah, yaitu dimana lapisan penutup (over burden) kurang dari setengah meter. Trench yang dibuat sebaiknya diusahakan dengan cara-cara sebagai berikut :

Ø       Dasar selokan supaya dibuat miring, sehingga kalau ada air dapat mengalir dan mengeringkan sendiri (self drained), dengan demikian tidak diperlukan adanya pompa.

Ø       Kedalaman selokan (trench) diusahakan sedemikian rupa sehingga para pekerja masih sanggup mengeluarkan hasil bahan galiannya cukup dengan dilemparkan saja.

Ø       Selokan dibuat tegak lurus (strike) dari tubuh bahan galian, dengan demikian akan memotong perlapisan yang ada.

Cara trenching ini sering juga dikombinasikan dengan cara test pitting.

3.       Cara “Chipping”

Cara ini dipakai untuk pengambilan contoh pada endapan bijih yang keras dan seragam, dimana pembuatan paritan sangat sukar karena kerasnya batuan. Conto diambil dengan cara dipecah dengan palu dalam ukuran-ukuran yang seragam dan tempat pengambilan tersebut dibuat secara teratur dipermukaan batuan. Jarak dari setiap titik  pengambilan tersebut dibuat secara horizontal maupun vertikal supaya dibuat sama (seragam) dan besarnya tergantung keadaan dari endapannya sendiri.

4.       Cara “Grab Sampling”

Pengambilan conto ini dilakukan pada suatu tambang yang sedang operasionil, yaitu dengan cara-cara diambil langsung dari hancuran yang masih segar pada stoping, diambil dari gerobag angkut (tram, lori) atau diambil pada saat hasil produksi sedang atau mau diangkut keluar dari daerah pertambangan ke pabrik pengolahan.

Cara yang pertama adalah yang paling jelek dan sebaiknya dihindari, karena tonnage yang diwakili oleh conto yang diambil tidak dapat diperkirakan dengan baik, sedang pada dua cara yang disebutkan terakhir tonnage yang diwakili oleh conto capat diperkirakan dengan lebih baik. Pengambilan conto dilakukan dengan perencanaan lebih dahulu, dengan sekip yang ukuran standar sehingga diperoleh volume conto yang tetap untuk setiap gerbong lori. Lori yang diambil conto-nya dipilih lori-lori tertentu yang keluar dari bagian-bagian tertentu dari daerah yang ditambang, sehingga dapat mewakili macam-macam grade yang ada. Conto yang disekop dari lori-lori diusahakan supaya mengandung bagian yang sama antara yang halus (kecil) dengan pecahan-pecahan kasar (besar).

Kadang-kadang untuk pengambilan dilakukan untuk setiap interval tertentu, misalnya untuk setiap gerobag ke-5 atau ke –10, cara ini lazim pula disebut decimating.

5.       Cara “Test Pitting”

Cara ini dilakukan manakala over burden atau lapisan penutup tidak tebal (lebih besar dari setengah meter), sehingga cara trenching menjadi tidak praktis karena pembuatan selokannya harus agak dalam sehingga menimbulkan masalah pada pembuangan tanah hasil galian dan masalah pembuangan air yang mungkin menggenang pada selokan, disamping akan memakan waktu yang lebih lama. Dalam seperti ini maka dipakai cara pembuatan sumuran uji (tes pituntuk mengambil conto bahan galian. Pada umumnya ukuran lobang test pit 1 x 1 m2 dan kedalamannya dapat mencapai 35 meter, akan tetapi untuk jenis over burden yang lepas-lepas seperti pasir, lobang test pit harus dibuat lebih besar untuk menghindari longsornya dinding, misalnya 4 x 4 m2. Demikian juga kalau kedalaman test pit besar, maka ukuran lobang harus dibuat lebih besar, kemudian setelah kedalaman sampai setengahnya, ukuran lobang diperkecil. Kalau lapisan penutup sangay lepas-lepas, maka dinding test pit harus dibuat miring, sedang untuk material yang kompak, dindingnya dapat dibuat tegak saja dengan ukuran 1 x 1 m2.

Untuk penghematan biaya dan keberhasilan pembuatan test pit, maka hal-hal dibawah ini supaya diperhatikan :

Ø       Test pit hendaknya bebas dari batu bongkah (boulders), karena kalau terhalang oleh batu bongkah pembuatan test pit itu akan memakan waktu yang lama sehingga biaya pembuatannya akan semakin mahal.

Ø       Kalau diperlukan penyanggaan, maka penyanggaan ini supaya diusahakan seminimum mungkin, pada batuan yang kompak tidak perlu dibuat penyanggaan, sedang pada batuan yang lepas-lepas penyanggaan multak perlu.

Ø       Penyanggaan dapat dihindari dengan cara dinding lobang dibuat miring, sedang berapa besarnya kemiringan dinding ini tergantung dari besarnya sudut repose dari material. Sudut repose atau angle of repose (AOR) adalah besarnya sudut kemiringan minimum dimana material lepas masih dapat menggelinding. Untuk pasir kering besarnya sudut tersebut maksimum 30o, sedangkan untuk pasir basah dapat lebih besar.

Ø       Untuk menghindari genangan air dalam lobang sehingga diperlukan pompa air untuk mengeringkannya, maka sebaiknya pembuatan test pit dilakukan pada musim kemarau.

Sumuran uji yang dibuat lebih dalam daripada test pit kadang-kadang diperlukan, baik pada pekerjaan eksplorasi maupun eksploitasi, sumuran semacam itu dinamakan shaft dan pekerjaan pembuatannya disebut shaft sinking. Jadi dikenal adanya exploration shaft untuk keperluan eksplorasi dan exploitation on shaft untuk keperluan eksploitasi.

Pembuatan shaft adalah mahal, sehingga cara shaft sinking pada eksplorasi dilakukan manakala cara-cara lain tak dapat dikerjakan. Pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan adalah pertimbangan teknis dan ekonomis, keduanya harus dapat dipenuhi.

Pekerjaan shaft sinking dilakukan dengan mengingat hal-hal seperti disebutkan di bawah ini :

¨       Pekerjaan supaya dilakukan tetap dalam ore body, ini terutama dilakukan bila ore body-nya besar, akan tetapi bila tubuh endapannya kecil shaft tersebut dibuat miring dan sejajar dengan tubuh endapan, terutama dalam eksploitasinya.

¨       Pekerjaan permulaan dari shaft sinking supaya dimulai dari daerah yang jelas bahan galiannya tersingkap, jadi dari daerah yang sudah diketahui, baru kemudian pekerjaan diteruskan ke daerah yang belum diketahui, jadi dari known areas ke unknown areas.

¨       Untuk penghematan, pekerjaan penyanggaan (supporting) supaya dilakukan seperlunya saja, tetapi yang harus masih dapat dipertanggungjawabkan keamanannya.

6.       Cara Pemboran

Pekerjaan pengambilan conto batuan dengan pemboran ini dapat dibagi menjadi dua berdasarkan tenaga penggerak dari bornya, yaitu cara pemboran tangan (hand auger) dan cara pemboran mesin (core drilling). Cara pemboran tangan sangat cocok untuk endapan bahan galian yang tidak begitu kompak dan terletak dangkal, misalnya endapan aluvial pasir besi di daerah pantai Cilacap. Jarak antara satu pemboran dan pemboran lainnya tergantung keadaan, sedang harga kadar rata-ratanya makin baik kalau pemboran makin rapat. Kadar dihitung dengan rumus :

                       Berat mineral

               K = ————— x 100%

                                Berat Conto

Sebaliknya dalam pengambilan conto batuan dengan bor mesin supaya diperhatikan faktor-faktor di bawah ini:

¨       Keadaan medan. Untuk keadaan medan yang berbukit-bukit, sebaiknya dipakai mesin bor yang ringan atau dapat dilepas-lepas, agar mudah membawanya, atau yang dapat bergerak sendiri karena mekanisme mesinnya sendiri.

¨       Kedalaman endapan. Untuk endapan yang dangkal cukup dipakai bor tangan atau bor Bangka, sedang untuk yang dalam digunakan bor inti (core drill).

¨       Sifat-sifat fisis batuan.

¨       Sumber air.

¨       Keadaan peralatan seperti keadaan pahat, stang bor, pipa casing dan sebagainya. Juga harus diperhatikan tenaga operatornya, terlatih baik atau tidak.

Tahap-tahap Pengambilan Conto Bijih

1.              Pengambilan conto yang representatif sesaui keadaan singkapan dan kebutuhan.

2.              Pemilihan jumlah dan berat conto untuk mendapatkan hasil analisa yang diharapkan.

3.              Testing/assaying.

Pada underground mining, terbagi atas 3 kelompok/macam cara pengambilan, yaitu secara titik (point), garis lurus (linear) dan tiga dimensi (volumetri) :

a.          Titik dengan cara : pit, grab sampling methods.

b.          Garis lurus dengan cara : channerl, blast hole apl.

c.          Volumetri dengan cara : face dan bulk sampling.

a.            Point or lump apl : Paling sederhana dan mudah dengan berat 0,5 – 2 kg, untuk maksud study mengenai mineraloginya daripada bijih yang dicari.

–          Dengan cara chep sampling pada bidang muka dinding batuan/ore pada jarak-jarak tertentu dan jumlah tertentu. Juga bisa pada sumur uji (test pit).

–          Dengan cara grab sampling, diambil pada stope face sesudah peledakan, diambil sample pada luas tertentu (pada pusatnya).

–          Bisa juga diambil pada bore hole, juga dapat pada jarak-jarak tertentu sesuai keadaan.

b.           Linear sampling dengan cara :

–          Channel sampling diambil pada ore body yang tersingkap dimana bentuk, ukuran dan volumenya kurang lebih sama, tergantung pada penyebaran dan tipe endapan sepanjang garis channel. Diusahakan pada daerah dengan variasi mineralisasi yang paling baik. Arah bisa sejajar atau saling tegak lurus.

–          Di dalam cross-cut cukup pada satu dinding atau kedua dinding dan disatukan.

–          Pada trenches channel bisa sepanjang dinding atau dasar parit. Host rocknya bisa diambil contohnya bila dianggap perlu, walaupun mungkin tidak ekonomis.

Pada pit diambil pada kedua dinding yang berlawanan, bila endapannya memperlihatkan perlapisan, laminasi atau struktur lain, sebaiknya diambil setiap struktur atau lapisan batuan.

–          Sectional sampling, jumlah dan banyaknya dan jarak pengambilan tergantung keadaan dan kebutuhan. Khusus untuk sampling placer deposit biasanya jumlah dan dimensi channel dan conto yang diambil lebih banyak.

Catatan : Sebelum sampling, permukaan batuan harus benar-benar bersih dan pengambilannya (tebal, lebar dan panjang) tergantung jenis dan macam pengendapan, tetapi harus sama jumlahnya. Pengamanan perlu jangan sampai ada yang hilang dan lupa pengotoran.

c.            Bulk Sampling :

Lambat dan mahal juga assayingnya sulit. Dilakukan bila cara a dan b tidak/kurang memuaskan. Sering dilakukan baik terhadap endapan primer maupun sekunder (placer).

Contoh : Ni, Sn, Ti, Mn, sangat baik hasilnya. Conto yang diambil bisa dari seluruh hasil blasting baik yang 2 ke 3 atau sebagian saja. (+ 1 – 1,5 ton), kadang-kadang sampai 2 – 3 ton.

Bisa diambil pada setiap tunnel dengan sekop. Kesalahan bisa timbul bila ceroboh.

–          Cara Sampling :

Ø       Hati-hati

Ø       Dimasukkan pada kantong yang kuat

Ø       Labelled

Ø       Diikat aman

Ø       Dengan stiker dan keterangan yang jelas untuk diessay (nomor conto, titik/lokasi pengambilan, tanggal, nama sampler).

Ø       Dibungkus rapi pada kertas yang baik dan dimasukkan dengan kantong lagi.

–          Pemilihan Samples :

Keadaan geologinya diperhatikan :

Ö         Macam/jenis endapan

Ö         Ukuran dan bentuk endapan dan penyebaran

Ö         Komposisi mineral dan kimia daripada bijih

Ö         Macam tekstur (makro dan mikro)

Ö         Keseragaman/reguler/irregular body

Ö         Catatan yang lengkap dan jelas pada buku catatan dan pada kantong sample

Ö         Spacing sesuai keadaan/macam endapan.

–          Sampling placers

Terhadap endapan sekunder, dilanjutkan dengan panning dan washing. Khusus untuk endapan yang jumlahnya sedikit dan sering low contont dan irregukar distributin dan grainnya kecil sekali (misalnya gold dan pit).

Sering dengan cara pitting dan boring dengan diameter yang besar.

Ø       Untuk Ti, Sn, Ti zircon lebih rendah, sering ditemukan bersama Gold.

Ø       Untuk intan lebih irregular, perlu diperhatikan tepat-tepat pengendapan yang memungkinkan didapat.

Methods of treating samples (Pengerjaan) :

1.          Grinding/crushing, perlepasan unsur pelekat

2.          Sleving

3.          Mixing

4.          Pengerjaan baik secara tangan/alat/media, tergantung tujuan, teknik dan econmic considerations, Quartering.

Metoda :    – Mineral berat

            – Analisa kimia untuk satu vein

            – Point counting – Petrografi

            – Grain counting – mikroskop binokuler

Testing sampling/Assays (juga untuk placer deposit)

1.          Semi quantitative spectrum assays

Untuk mengetahui semua jenis ore veins

2.          Assaying terhadap ini berguna daripada pengotoran

3.          Penelitian mineraloginya baik jenis, jumlah, ukuran, tekstur dan struktur.

4.          Pemilihan macam metoda pemisahan mineral.

5.          Test physuc/technic untuk keperluan penentuan grade dan mixing method dan untuk menghitung cadangan.

Sampling cheks/errors baik terhadap

1.          Samples yang random

2.          Systematic

Kesalahan yang timbul dicheck dari sample cadangan antara lain karena :

–       Hasil analisa yang terlalu menyolok

–       Salah pengamatan

–       Discalculation, misprints, kesalahan nomor sampling dan kecerobohan lain

–       Kesalahan cara analisa dan teknik pengambilan samples atau assay methods.

Checking bisa juga dengan cara pengambilan samples dari tempat yang berdekatan dengan samples semula.

Natha

Author: Natha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *