Penampakan Pembangunan Sekala Besar di KEK Pulau Kecil Tanjung Sauh Batam
PROSES Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Tanjung Sauh, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau terus dikebut. Pematangan lahan yang menyasar pemotongan bukit hingga menimbunan hutan mangrove dilakukan dengan cepat.
Pantauan Tempo, Sabtu, 2 Agustus 2025 lalu, proses pembangunan KEK menyasar beberapa titik di Pulau Tanjung Sauh. Pematangan lahan pertama terjadi di Pulau Tanjung Sauh Kecil. Pulau ini berada di sebalah utara Pulau Tanjung Sauh Besar.
Pulau kecil yang belum diketahui ukurannya itu kini sudah rata dengan tanah. Padahal saat kunjungan Tempo beberapa bulan sebelumnya, terlihat pematangan lahan hanya terjadi di darat, saat ini sudah berada di pesisir. Hutan mangrove yang lebat rata dengan tanah timbunan, terutama terlihat di Pulau Tanjung Sauh Kecil.
Penimbunan tanah juga dilakukan di perairan antara Pulau Tanjung Sauh Kecil dan Pulau Tanjung Sauh Besar. Timbunan itu bergunan untuk menghubungkan antara kedua pulau. Terlihat mobil dump truck hilir mudik di atas timbunan itu. Begitu juga sejumlah crane sudah berdiri di atas pulau. Termasuk, beberapa kapal tongkang sedang berlabuh di tepi pulau untuk mengangkut material pembangunan.
Selain di bagian utara Pulau Tanjung Sauh Besar, pematangan lahan juga terjadi di barat pulau. Pematangan lahan terlihat juga menutup aliran sungai.
Pematangan lahan ini hanya berjarak 600 meter lebih jika ditarik garis lurus ke kampung suku laut Air Mas. Selain terdapat kampung Air Mas, di sekeliling pulau ada dua kampung warga lain yang terletak terpisah yaitu kampung Selat Desa dan kampung Tanjung Sauh sendiri.
Luas Pulau Tanjung Sauh adalah 840,67 hektare menurut kek.go.id. Pulau ini terletak di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau Tanjung Sauh telah ditetapkan sebagai KEK oleh pemerintah yang pada 2022 juga termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN).
Adapun Chairman Panbil Group Johanes Kennedy Aritonang, pengelola KEK Tanjung Sauh, sebelumnya mengatakan, pembangunan kawasan industri hingga pelabuhan barang di Tanjung Sauh berjalan terus saat ini. “Tanjung Sauh jalan terus kita. Kalau kita kan kelas kampung, pelan-pelan, lah,” kata Johanes saat ditemui dalam acara peresmian perusahaan baru adik Prabowo Subianto, Komisaris Utama Arsari Tambang Hashim Djojohadikusumo di Punggur Kota Batam, 10 Juli 2025
Johanes menyatakan pengelola KEK tengah membangun pembangkit listrik, waduk untuk pasokan air, dan melakukan pematangan lahan lainnya. Prosesi peletakan batu pertama atau proyek groundbreaking masih belum dalam waktu dekat ini.
Pasalnya, kata dia, karena butuh waktu 2 sampai 3 tahun melakukan persiapan tersebut. “Kalau itu sudah selesai, baru kita operasikan, perlu persiapan dua sampai tiga tahun, tapi kita lihat terus, ya,” tuturnya.
Setidaknya, kata Johanes, saat ini target investasi di Pulau Tanjung Sauh memiliki nilai investasi Rp 10 trilliun dalam dua tahun ke depan. “Pelan-pelan kita,” katanya.
Saat dikonfirmasi ulang, Ahad, 10 Agustus 2025, Johanes mengatakan semua pembangunan berjalan lancar, pihaknya selalu memperhatikan baik itu lingkungan maupun keluhan masyarakat di sekitar Pulau Tanjung Sauh dan Pulau Ngenang.
Johanes juga menegaskan, semua aturan sudah didapatkan dalam proses pembangunan termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan izin lainnya. “Perizinan selalu kami bergerak setelah dapat izin, jarang kita bergerak di belakang, karena agak banyak itu (izinnya), jadi kami harus hati-hati.”
sumber: tempo.co


