JakartaGlobe – 20 Februari 2026 – PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) resmi merajut kemitraan strategis dengan New Energy Metals Holdings Ltd (NEM) asal Abu Dhabi untuk mengembangkan rantai pasok logam tanah jarang (rare earth elements/REE) terintegrasi. Melalui Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Senin (16/2/2026), kerja sama ini akan menghubungkan proyek tambang hulu Maboumine di Gabon, Afrika (yang dioperasikan anak usaha NEM, Dusk Gabon), dengan potensi kapabilitas pengolahan dan manufaktur hilir di Indonesia.
Kolaborasi ini mencakup evaluasi pengembangan sumber daya niobium dan rare earth, pemisahan dan pemurnian mineral, hingga produksi logam dan paduan paduan padat (alloy) di dalam negeri. Rantai pasok ini ditargetkan bermuara pada pembuatan magnet permanen. Material seperti neodymium, praseodymium, dysprosium, dan terbium merupakan komponen krusial penopang teknologi kendaraan listrik (EV), turbin angin, hingga industri pertahanan dan kedirgantaraan.
Lebih dari sekadar kerja sama teknis, MoU ini juga membuka jalan negosiasi bagi Perminas dan Badan Pengelola Investasi Danantara untuk melakukan investasi langsung di tambang Maboumine, baik melalui partisipasi ekuitas maupun skema pembiayaan (utang).
CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, menegaskan bahwa akses yang tangguh terhadap bahan baku strategis ini sangat mutlak dibutuhkan untuk fase pertumbuhan industri selanjutnya. Langkah proaktif ini tidak hanya memastikan keamanan pasokan untuk transisi energi, tetapi juga sejalan dengan ambisi pemerintah dalam memperluas hilirisasi domestik demi mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.