klipping berita

Produksi Nikel RI 2026 Diproyeksi Naik, Meski Harga Global Masih Tertekan

Bloomberg – 7 November 2025 — Menjelang tenggat waktu pelaporan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 pada 15 November, analis memprediksi produksi nikel Indonesia akan tetap tinggi tahun depan, didorong oleh ekspansi hilirisasi yang agresif.

Proyeksi Makro 2026:

  • 📈 Produksi Tetap Tinggi: Analis HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, memprediksi produksi nikel olahan (NPI & MHP) akan sangat tinggi, melampaui target 220 juta ton yang disetujui ESDM tahun 2025.
  • 📉 Harga Tertekan: Harga nikel diproyeksi masih tertekan di kisaran US$15.000/ton (serupa 2025) akibat surplus pasokan.
  • 🌎 Surplus Global: Didorong produksi masif RI, surplus nikel global 2026 diprediksi mencapai 256.000 ton.

Raksasa tambang PT Vale Indonesia Tbk INCO mengonfirmasi telah menyerahkan RKAB 2026, namun masih merahasiakan target produksinya, menunggu selesainya perbaikan fasilitas. Target produksi nickel matte 2026 belum diputuskan, menunggu selesainya perbaikan Furnace 4 yang diprediksi baru rampung Mei 2025. Meskipun demikian, produksi H1 2025 INCO (matte) naik 12% YoY (35.584 ton). INCO juga memulai diversifikasi dengan menjual 80.000 ton bijih saprolit dan menggarap 3 proyek smelter besar (Bahodopi, Pomalaa, Sorowako).

Di sisi lain, Data APNI mencatat ada 147 proyek smelter di RI (estimasi kebutuhan bijih 735,2 juta ton). RKAB nikel yang disetujui untuk 2025 (364 juta ton) sudah naik dari 2024 (319 juta ton). Sementara per Kamis (6/11), harga nikel LME ditutup tipis di US$15.038/ton.

Author: Bang Ferry

GEOLOGIST LIKE COFFIE

GEOLOGIST LIKE COFFIE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *