Rencana Proyek CCS Terbesar Australia di Darwin Dikritik: ‘Jangan Jadikan Tempat Buangan Karbon Dunia’
TheGuardian – 14 November 2025 — Raksasa minyak dan gas Jepang, Inpex, bersama mitra TotalEnergies dan Woodside Energy, telah mengajukan proposal proyek Carbon Capture and Storage (CCS) terbesar di Australia, yang dikenal sebagai Bonaparte CCS.
Proposal ini memicu kritik tajam dari para pegiat iklim yang khawatir proyek tersebut akan mengubah Darwin menjadi “tempat pembuangan karbon terbesar di dunia”.
Target 10 Juta Ton & Impor Polusi:
- Proyek ini menargetkan penyuntikan 8 hingga 10 juta ton CO₂ per tahun ke akuifer bawah tanah, sekitar 250 km di lepas pantai Darwin.
- CO₂ akan bersumber dari fasilitas industri regional (pabrik LNG) dan pada akhirnya akan mengimpor CO₂ dari Asia Pasifik melalui pipa di pelabuhan Darwin.
Analis dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menyebut target 10 juta ton/tahun akan menjadikannya proyek CCS terbesar secara global. Namun, mereka skeptis karena sebagian besar proyek CCS gagal memenuhi target.
- Contoh Kegagalan: Proyek Gorgon (Chevron) di Australia Barat—salah satu dari dua proyek CCS komersial di negara itu—telah gagal menangkap lebih dari separuh (kurang dari 50%) volume yang ditargetkan, dengan biaya lebih dari $200 per ton.
- Kritik Utama: Environment Centre NT menuduh proyek ini adalah “greenwashing” dan hanya dalih industri bahan bakar fosil untuk membenarkan ekspansi gas lebih lanjut di wilayah tersebut.
Pihak Inpex (Bill Townsend) membela proposal tersebut, menyatakan bahwa proyek ini akan “mendekarbonisasi Australia utara” dan telah diakui oleh pemerintah Australia sebagai “proyek berstatus besar” (major project status).
Ikuti saluran Indomine • Batu Bara & Nikel


