Nusavarta

Random Articles

Emas Tembus Rekor US$4.200, Sinyal Dovish Powell dan Tensi AS-China Ciptakan ‘Badai Sempurna’

Rekomendasi 6 Kedai Mi Ayam Enak di Jogja, Coba Mampir ke Mie Ayam Bu Tumini yang Punya Porsi Jumbo

Rekomendasi 6 Kedai Mi Ayam Enak di Jogja, Coba Mampir ke Mie Ayam Bu Tumini yang Punya Porsi Jumbo

Berlibur ke Sumatra kurang lengkap rasanya apabila tidak menikmati keindahan alamnya. Salah satu wisata alam yang menarik untuk dikunjungi adalah pemandian air panas. Anda bisa berkunjung ke pemandian air panas di Sumatra sebagai solusi untuk melepas penat. 法人スマホ契約はこちら 法人スマホ契約はこちら Ad 楽天モバイル株式会社 Berwisata ke pemandian air panas di Sumatra juga bisa menjadi cara menarik untuk mengisi liburan sekaligus relaksasi. Apalagi, berendam di kolam air panas dipercaya ampuh untuk mengurangi stres. Selain itu, pemandian air panas yang mengandung belerang dipercaya bisa mengobati penyakit kulit. Tertarik untuk mencobanya? Berikut 7 rekomendasi pemandian air panas di Sumatra yang bisa Anda kunjungi. 7 Pemandian Air Panas di Sumatra 1. Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk Pemandian air panas di Berastagi ini bisa menjadi pilihan yang menarik untuk berlibur. Sumber air panas di pemandian yang berdiri sejak tahun 1990an ini berasal dari kawah gunung aktif, Sibayak. Selain berendam di air hangat, pengunjung juga bisa menikmati fasilitas kolam air dingin yang temperaturnya bisa disesuaikan. SEAT MÓ 125 SEAT MÓ 125 Ad SEAT MÓ Tak hanya itu, pemandian air panas Sidebuk-debuk memiliki banyak opsi kolam renang. Dengan begitu, pengunjung bisa memilih sesuai keinginan. Di sini juga terdapat fasilitas seperti restoran dan penginapan yang bisa dinikmati oleh pengunjung. 2. Pemandian Air Panas Sipoholon Pemandian air panas Sipoholon terletak di Jalan Tarutung, Tapian Nauli, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara. Sumber air di kolam pemandian ini berasal dari mata air jernih Gunung Martimbang. Kandungan belerang yang tinggi membuat wisata pemandian air panas di Sumatra ini dipercaya dapat mengobati penyakit kulit. Pengunjung yang datang ke sini tidak hanya bisa berenang di kolam air hangat, tapi juga bisa mendaki ke bukit kapur. Tak jarang, bukit kapur di pemandian air panas Sipoholon dijadikan pengunjung sebagai spot foto Instagramable. 3. Pemandian Air Panas Sibayak Salah satu destinasi pemandian air panas di Sumatra yang cukup populer adalah Pemandian Alam Sibayak yang berada di kawasan Gunung Sibayak, Sumatra Utara. Tempat wisata ini banyak dikunjungi masyarakat karena karena tiket masuk yang terjangkau. Di sini, Anda bisa berenang di kolam khusus yang mengandung air panas bercampur belerang yang konon dapat membantu penyembuhan penyakit kulit. Sambil menikmati kehangatan kolam air panas, Anda bisa berfoto dengan latar belakang Gunung Sibayak yang indah. Selain itu, Pemandian Alam Sibayak juga menyediakan layanan kolam renang sesuai pilihan, area waterboom anak-anak, toilet umum yang bersih, tempat makan, spot foto menarik, dan area bersantai yang luas. 4. Pemandian Air Panas Padang Ganting Rekomendasi pemandian air panas di Sumatra selanjutnya adalah pemandian air panas terletak di Padang Ganting, Tanah Datar, Sumatra Barat. Di tempat ini, Anda bisa menikmati kolam air panas yang terbagi menjadi beberapa bagian dengan berbagai tingkat kepanasan. Salah satu daya tarik dari pemandian ini adalah kolam pemandian yang terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Sehingga, pengunjung bisa berenang di sini dengan lebih leluasa karena memberikan rasa aman dan menjaga privasi pengunjung. 5. Pemandian Air Panas Simolap Marike Kolam air panas Simolap Marike Terletak di dalam kompleks Taman Nasional Gunung Leuser. Pemandian ini menawarkan nuansa yang sangat alami. Di area ini, terdapat pancuran-pancuran kecil yang mengeluarkan air panas dari celah-celah bebatuan. Setelah menikmati berendam di mata air panas Marike, pengunjung dapat melakukan trekking ke kawasan hutan tropis sambil mengikuti aliran sungai alam. Saat menjelajahi kawasan ini, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang memukau. 6. Pemandian Air Panas Goa Ergendang Pemandian Goa Ergendang menjadi salah satu pemandian air panas di Sumatra Utara, tepatnya Deli Serdang yang tengah naik daun. Tempat ini menawarkan pengalaman berendam dalam air panas alami di dalam sebuah goa. Oleh karenanya, tempat ini sangat cocok untuk merenungkan dan melepas penat. Air di pemandian ini sangat bening dan berasal dari sumber alami yang terletak di dalam goa. Yang menarik, dinding goa di pemandian Goa Ergendang memiliki pesona eksotis tersendiri terutama saat cahaya matahari masuk melalui celah di atas goa. Karena sumber airnya yang alami, airnya begitu jernih sehingga tampak berwarna biru cerah. 7. Pemandian Aek Rakyat Pangururan Aek Rangat Pangururan adalah sebuah pemandian air panas yang terletak di Pangururan, Samosir. Pemandian ini dinamakan "Aek rangat" yang artinya air panas. Air panas di sini berwarna putih keabu-abuan dan dipercaya memiliki kemampuan untuk mengobati berbagai masalah kulit ringan, seperti gatal-gatal, kadas, dan panu. Destinasi wisata ini juga menawarkan pemandangan yang indah berupa Danau Toba yang jernih. Selain itu, Anda juga dapat menikmati pemandangan bukit kapur berwarna putih. Tentunya, wisata ini sayang untuk dilewatkan ketika Anda berkunjung ke Sumatra.

Jadi Ikon Wisata Sumatera Barat, Inilah Desa Terindah di Tanah Datar yang Masuk TOP 5 Terbaik Dunia

Godaan Sate Jando di Area Jajanan Kuliner Lapangan Saparua Bandung

Facebook Twitter Instagram Youtube
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account

No Widgets found in the Sidebar Alt!

  • Uncategorized

    Jokowi Mau RI Jadi Raja Produsen Baterai Listrik, Ombudsman Ingatkan soal Limbah

    February 15, 2023 / Add Comments

    Presiden Jokowi mau Indonesia menjadi produsen utama baterai kendaraan listrik alias electric vehicle (EV). Bahkan orang nomor satu di Indonesia…

  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
  • 5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
    5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
  • Liburan Akhir Tahun #DiIndonesiaAja dengan Paket Staycation dari Marriott
    Sebab Pariwisata Butuh Agen Perjalanan Online di Masa Pandemi Covid-19
  • Aktivitas
  • Aktivitas & Hobi
  • Batubara
  • Berita dan Event
  • Blog
  • budaya
  • Budaya Nusantara
  • Cars
  • cerita Nusantara
  • Covid-19
  • Creative
  • Culture
  • Daftar Pilihan
  • Data & Statistik
  • Destinasi & Tempat Menarik
  • Dining
  • Featured Posts
  • Gaya Hidup & Belanja
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Geografi dan Geologi
  • Health
  • Informasi Umum
  • Itinerary
  • Jenis Tambang
  • Kesehatan
  • klipping berita
  • Kuliner
  • Kuliner & Nongkrong
  • Nature
  • News
  • Panduan Belanja
  • Panduan Kuliner Lokal
  • Panduan Lingkungan
  • Panduan Lokal & Wisata
  • Pertambangan
  • Profil Bisnis & Wawancara
  • Regulasi
  • Resep
  • Sejarah
  • Sorortan Lokal
  • Teknologi
  • Tempat Baru di Kota
  • Tips & Trik Perjalanan
  • Ulasan
  • Ulasan & Rekomendasi
  • Uncategorized
  • Wisata
  1. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total)October 13, 2025

    […] Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total) […]

  2. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Pemerintah Terbaru: PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan Kedua PP 96/2021)October 13, 2025

    […] PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan II PP 96/2021) […]

  3. nathavarta on 5 Cafe di Antapani Bandung, Asik untuk Nongkrong dan FotoSeptember 30, 2025

    Asyik

  4. nathavarta on Andaliman, Rempah Eksotis dari Tanah BatakSeptember 30, 2025

    Andaliman bikin binir ketir ketir

  5. nathavarta on Jelajah Rasa di Jantung Sejarah: 3 Kuliner Wajib di Passer Baru yang Bertahan Melintasi ZamanSeptember 30, 2025

    Enak kelihatannya ini

  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
© 2025 - All Rights Reserved | NUSAVARTA
  • Privacy Policy
  • Contact US
  • Disclaimer
Change Location
Find awesome listings near you!