Berpotensi Picu Gempa Bumi, Ini 5 Sesar Purba yang Tersebar di Pulau Jawa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa darat yang dirasakan warga Desa Pasir Langu dan Jambudipa di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada 14 Agustus 2025 lalu berasal dari Sesar Lembang. Gempa tektonik mengguncang dengan magnitudo 1,8 pada pukul 16.13 WIB.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, pusat sumber gempa atau episenter berada pada titik koordinat 6,81 derajat Lintang Selatan dan 107,53 derajat Bujur Timur. Gempa, yang tergolong dangkal dari kedalaman 19 kilometer, akibat aktivitas sesar aktif.
Fenomena ini kembali mengingatkan bahwa Indonesia menyimpan banyak sesar purba yang masih aktif dan berpotensi memicu gempa bumi. Sebagai negara yang terletak di jalur cincin api Pasifik, keberadaan sesar purba menjadi salah satu faktor utama tingginya aktivitas seismik di Tanah Air.
Lalu, sesar purba apa saja yang tersebar di Pulau Jawa dan perlu diwaspadai?
Melansir laman resmi BMKG, berikut daftar sesar purba yang masih aktif di Indonesia
1. Sesar Citarik
Sesar Citarik merupakan sesar strike-slip (geser mendatar) yang membentang dari Pelabuhan Ratu melalui Bogor hingga Bekasi. Sesar purba ini dikenal aktif sejak periode Miosen tengah, sekitar 15 juta tahun lalu.
Awalnya berperan sebagai sesar transtensional, namun sejak periode Plio-Pleistosen sekitar 5 juta tahun lalu, bergerak sebagai sesar geser lateral kiri. Panjangnya mencapai sekitar 250 km, terdiri dari segmen selatan, tengah, dan utara.
Sesar ini telah memicu gempa beberapa, termasuk gempa Bogor Magnitudo 4,1 pada April 2025 dan gempa bersejarah Magnitude 7,0 pada 1833.
2. Sesar Lembang
Sesar Lembang merupakan right-lateral strike-slip sepanjang sekitar 29 km, terletak sekitar 10 km utara Kota Bandung. eskipun belum merekam gempa historis yang tercatat, sesar ini diperkirakan aktif sejak periode Pleistosen hingga kurang dari 2,6 juta tahun lalu.
Laju desplazemennya cukup signifikan, yaitu 1,95–3,45 mm per tahun. BMKG telah memantau potensi sesar ini dapat menghasilkan gempa hingga magnitudo 6,5 hingga 7,0.
3. Sesar Baribis
Sesar Baribis adalah jenis sesar thrust (naik-turun) yang membentang sekitar 100 km, dari Purwakarta hingga Lebak. Sesar purba ini terbentuk sejak periode Pliosen–Pleistosen antara sekitar 5 juta hingga kurang dari 2,6 juta tahun lalu.
Laju pergeserannya diperkirakan mencapai ±5 mm per tahun. Sesar ini pernah memicu gempa besar di Bogor pada 1834 dan Karawang pada 1862. Penelitian juga menunjukkan bahwa saat ini sesar sedang terkunci dan kemungkinan besar tengah mengakumulasi energi untuk gempa besar di masa mendatang.
4. Sesar Semarang
Sesar Semarang merupakan sesar berarah utara–selatan yang sejajar dengan aliran Sungai Kaligarang di Kota Semarang dan sekitarnya. Peta Sumber Bahaya Gempa Indonesia 2017 menunjukkan bahwa sesar ini jelas terekam pada batuan Kuarter (Quaternary),.
Berdasarkan hasil pemetaan geologi permukaan, Sesar Semarang termasuk struktur tektonik kerangka zaman Kuarter. Umumnya mencakup rentang usia hingga sekitar 2,6 juta tahun lalu.
Hal ini menunjukkan bahwa sesar telah aktif dan berperan dalam dinamika struktur geologi regional dalam waktu yang relatif baru secara geologi. Stasiun Geofisika Banjarnegara menyatakan bahwa Sesar Semarang memiliki potensi menghasilkan gempa dengan magnitudo hingga 6,5, akibat mekanisme patahan naik (reverse fault).
Rentetan gempa yang terjadi pada 1856 dan 1865 di Kendal, Semarang, dan Ungaran kemungkinan berkaitan dengan aktivitas sesar ini
5. Sesar Opak
Sesar Opak Bukit Mengger (SOBM) terletak di Kalurahan Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Jejak sesar terlihat melalui bidang patahan yang memotong endapan Kuarter (sungai Opak), dengan tingkat pemotongan lapisan antara sekitar 50 cm hingga 5 m.
Temuan ini menunjukkan bahwa sesar ini masih aktif. Analisis radiokarbon mengindikasikan aktivitas tektonik neotektonik sejak ±7.000 tahun yang lalu hingga saat ini di sepanjang lembah Sungai Opak dan kawasan Pantai Samas.
Gempa Dahsyat di Yogyakarta pada 27 Mei 2006 diperkirakan terkait dengan aktivitas Sesar Opak. Lokasi epicenter dan pola kerusakan konsisten dengan arah dan letak sesar ini.
sumber: kompas.com


