Komunitas,  Sekitar tambang

ASPEK KUNCI EVALUASI KERJA SAMA TAMBANG

1 Verifikasi Awal dan Penilaian Kesesuaian Strategis


1 Verifikasi Pihak Penawar Pastikan pihak yang menawarkan kerja sama benar-benar memiliki hak atau wewenang atas lokasi tambang tersebut (misalnya sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan/IUP).
2 Kesesuaian Strategis Evaluasi apakah lokasi tambang dan komoditasnya sesuai dengan strategi bisnis, keahlian teknis, dan kapasitas finansial perusahaan Anda. Apakah ini sejalan dengan rencana jangka panjang perusahaan?
3 Permintaan Informasi Awal Minta dokumen-dokumen dasar seperti profil perusahaan penawar, ringkasan proposal kerja sama, dan informasi umum mengenai lokasi dan izin tambang.
4 Perjanjian Kerahasiaan (NDA) Sebelum bertukar informasi sensitif, tandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) untuk melindungi data kedua belah pihak.


2 Due Diligence 

1 Aspek Legal dan Perizinan
a Status IUP Periksa jenis izin (IUP Eksplorasi atau IUP Operasi Produksi), masa berlaku, luas wilayah, dan kewajiban pemegang IUP.
b Clear and Clear (CnC) Pastikan status IUP sudah CnC dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), yang menandakan tidak ada masalah tumpang tindih lahan atau masalah administrasi lainnya.
c Kepemilikan Lahan Verifikasi status kepemilikan lahan di dalam wilayah IUP. Apakah ada hak atas tanah milik masyarakat/adat, kawasan hutan (perlu IPPKH/Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan?), atau penggunaan lain yang berpotensi konflik?
d Perizinan Lingkungan Periksa kelengkapan dan persetujuan dokumen lingkungan (AMDAL atau UKL-UPL) dan Izin Lingkungan.
e Perizinan Terkait lainnya Izin melintas, izin penggunaan air, izin bahan peledak (jika relevan), dll.
f Kepatuhan Hukum Periksa riwayat kepatuhan pemegang IUP terhadap peraturan pertambangan, lingkungan, dan ketenagakerjaan. Apakah ada sengketa hukum yang sedang berjalan?
2 Aspek Geologi dan Sumber Daya:
a Data Eksplorasi Tinjau semua data eksplorasi yang tersedia (pemetaan, geofisika, geokimia, data pemboran). Seberapa andal data tersebut?
b Estimasi Sumber Daya/Cadangan Evaluasi laporan estimasi sumber daya dan cadangan. Apakah sudah sesuai standar pelaporan yang diakui (misalnya JORC atau KCMI)? Apakah perlu dilakukan verifikasi independen atau pemboran tambahan?
c Kualitas Komoditas Analisis kualitas (kadar) bahan galian dan variasinya. Apakah sesuai dengan kebutuhan pasar atau fasilitas pengolahan?
3 Aspek Teknis dan Operasional
a Metode penambangan Evaluasi kelayakan metode penambangan yang diusulkan atau sedang berjalan.
b Akses dan Infrastruktur Kaji kondisi akses jalan, jarak ke pelabuhan atau infrastruktur transportasi lain, ketersediaan air, listrik, dan infrastruktur pendukung lainnya. Berapa investasi yang dibutuhkan untuk membangun/meningkatkan infrastruktur?
c Pengolahan Apakah diperlukan fasilitas pengolahan? Jika ya, bagaimana desain dan perkiraan biayanya? Jika sudah ada, bagaimana kondisinya?
d Studi Kalayakan Jika sudah ada, tinjau studi kelayakan secara kritis. Jika belum, lakukan studi kelayakan awal (pre-feasibility study).
4 Aspek Ekonomi dan Finansial
a Analisa Biaya Estimasi biaya modal (CAPEX) dan biaya operasional (OPEX) secara realistis.
b Proyeksi Pendapatan Buat proyeksi pendapatan berdasarkan estimasi cadangan, rencana produksi, kualitas komoditas, dan asumsi harga pasar yang konservatif.
c Analisis Kelayakan Finansial Hitung indikator kelayakan seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period. Lakukan analisis sensitivitas terhadap perubahan harga, biaya, atau kadar.
d Struktur Pajak dan Royalti Pahami semua kewajiban pajak, royalti, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lainnya.
f Kebutuhan pendanaan Tentukan berapa besar pendanaan yang dibutuhkan dan bagaimana struktur permodalannya.
g Kesehatan Finansial Calon Mitra Evaluasi kondisi keuangan perusahaan yang menawarkan kerja sama.
5 Aspek Lingkungan dan Sosial
a Risiko Lingkungan Identifikasi potensi dampak dan risiko lingkungan (air asam tambang, pengelolaan limbah B3, tailing, debu, kebisingan, dampak keanekaragaman hayati).
b Kewajiban Reklamasi Pahami kewajiban reklamasi dan pascatambang serta estimasi biayanya (dana jaminan reklamasi).
c Hubungan Masyarakat Kaji kondisi sosial masyarakat sekitar, potensi konflik, program pengembangan masyarakat (CSR/PPM) yang sudah berjalan atau diperlukan.
d Reputasi Bagaimana reputasi perusahaan penawar terkait isu lingkungan dan sosial?


3 Evalluasi Calon Mitra Kerja Sama

1 Reputasi dan rekam jejak Cari tahu reputasi, pengalaman, dan rekam jejak perusahaan penawar dalam industri pertambangan dan dalam menjalankan kerja sama.
2 Kapasitas Teknis dan Manajerial Apakah mereka memiliki tim yang kompeten?
3 Visi dan Nilai Apakah ada kesamaan visi dan nilai-nilai perusahaan yang penting untuk kelancaran kerja sama?


4 Perancangan Struktur Kerja sama

1 Bentuk Kerja Sama Tentukan bentuk kerja sama yang paling sesuai (misalnya Joint Venture/Perusahaan Patungan, Kontrak Jasa Pertambangan, Perjanjian Bagi Hasil, dll.).
2 Pembagian Peran dan Tanggung Jawab Definisikan secara jelas peran, tanggung jawab, hak, dan kewajiban masing-masing pihak.
3 Struktur Kepemilikan dan Bagi Hasil Sepakati struktur kepemilikan (jika JV) dan mekanisme pembagian keuntungan/hasil.
4 Mekanisme Pengambilan Keputusan Tetapkan bagaimana keputusan strategis dan operasional akan dibuat.
5 Penyelesaian Sengketa Masukkan klausul mengenai mekanisme penyelesaian jika terjadi perselisihan.


5 Negosiasi dan Perjanjian

1 Lakukan negosiasi syarat dan ketentuan kerja sama berdasarkan hasil due diligence.
2 Tuangkan semua kesepakatan dalam perjanjian hukum yang kuat dan detail, yang disusun atau ditinjau oleh ahli hukum pertambangan.
6 Pengambilan Keputusan Akhir
1 Berdasarkan seluruh hasil evaluasi, analisis risiko, dan hasil negosiasi, manajemen perusahaan Anda dapat membuat keputusan akhir apakah akan melanjutkan kerja sama atau tidak

Author: nathavarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *