Nusavarta

Random Articles

Emas Tembus Rekor US$4.200, Sinyal Dovish Powell dan Tensi AS-China Ciptakan ‘Badai Sempurna’

Masyarakat Bisa Kantongi Rp2 Juta per Hari dari Ngebor Minyak

10 Tempat Wisata Menarik di Sekitar Jalan Tol Semarang-Solo

Era Batu Bara Meredup: Energi Terbarukan Salip Batu Bara, Harga Stagnan di Level US$104

Facebook Twitter Instagram Youtube
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account

No Widgets found in the Sidebar Alt!

  • Selain Tape Ketan dan Jeniper, Ini Oleh-oleh Khas Kuningan yang Bisa Anda Bawa Pulang
    Panduan Belanja

    Selain Tape Ketan dan Jeniper, Ini Oleh-oleh Khas Kuningan yang Bisa Anda Bawa Pulang

    May 11, 2022 / Add Comments

    Puncak arus balik diperkirakan masih terjadi di akhir pekan ini, Minggu (8/5/2022). Sebelum kembali ke tempat beraktivitas, Anda bisa memburu…

  • 10 Oleh-oleh Khas Yogyakarta untuk Buah Tangan Arus Balik
    Panduan Belanja

    10 Oleh-oleh Khas Yogyakarta untuk Buah Tangan Arus Balik

    May 10, 2022 / Add Comments

    Liburan tidak lengkap jika tidak diakhiri dengan berburu oleh-oleh khas daerah tersebut. Apalagi jika daerah tersebut memang destinasi favorit untuk liburan seperti Yogyakarta.…

  • 7 Oleh-oleh Khas Cirebon Selain Batik Megamendung
    Panduan Belanja

    7 Oleh-oleh Khas Cirebon Selain Batik Megamendung

    May 8, 2022 / Add Comments

    Batik Megamendung menjadi salah satu oleh-oleh Cirebon yang paling ikonik. Namun, selain batik, ada sejumlah oleh-oleh khas Cirebon lainnya yang…

  • Tak Sekadar Liburan, 12 Cara Menjadi Wisatawan Sadar Lingkungan
    Gaya Hidup & Belanja

    Tak Sekadar Liburan, 12 Cara Menjadi Wisatawan Sadar Lingkungan

    April 1, 2022 / Add Comments

    Kesadaran untuk menjaga lingkungan tidak hanya harus dilakukan dalam rumah tangga. Saat berjalan-jalan dan menjadi wisatawan pun, ada banyak hal yang bisa…

  • 4 Aktivitas Wisata di Desa Sukarara Lombok, Belajar Menenun
    Gaya Hidup dan Hiburan,  Wisata

    4 Aktivitas Wisata di Desa Sukarara Lombok, Belajar Menenun

    March 20, 2022 / Add Comments

    Jika kamu ingin atau sedang berlibur di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengunjungi Desa Sukarara bisa menjadi salah satu kegiatan…

  • 4 Destinasi Berikut Bisa Jadi Tempat Spesial Melamar Pasangan, seperti Apa Keindahannya?
    Gaya Hidup & Belanja

    4 Destinasi Berikut Bisa Jadi Tempat Spesial Melamar Pasangan, seperti Apa Keindahannya?

    March 18, 2022 / Add Comments

    Melamar pasangan merupakan salah satu momen penting dalam hidup seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya dilakukan dengan cara spesial di tempat…

  • Apa Bedanya Hotel dan Hostel, Berikut Penjelasan Lengkapnya
    Gaya Hidup & Belanja

    Apa Bedanya Hotel dan Hostel, Berikut Penjelasan Lengkapnya

    March 16, 2022 / Add Comments

    Ketika menghabiskan liburan selama beberapa hari, wisatawan dapat memilih beragam akomodasi, di antaranya hotel dan hostel. Meski hotel dan hostel…

  • 10 Alasan Kenapa Harus Liburan ke Pulau Komodo Sekali Seumur Hidup
    Gaya Hidup & Belanja

    10 Alasan Kenapa Harus Liburan ke Pulau Komodo Sekali Seumur Hidup

    March 12, 2022 / Add Comments

    Siapa yang sih tak mengenal Pulau Komodo? Satu-satunya habitat hewan komodo terbesar di dunia ini termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO.…

  • Hati-hati, Kunci Kamar Hotel Hilang Bisa Kena Denda
    Gaya Hidup & Belanja

    Hati-hati, Kunci Kamar Hotel Hilang Bisa Kena Denda

    March 10, 2022 / Add Comments

    Kunci kamar merupakan properti penting yang wajib dijaga oleh setiap tamu yang menginap di hotel. Namun, tanpa disadari para tamu…

  • 5 Oleh-oleh Kekinian Yogyakarta, Cocok buat Dibawa Pulang
    Panduan Belanja

    5 Oleh-oleh Kekinian Yogyakarta, Cocok buat Dibawa Pulang

    March 4, 2022 / Add Comments

    Membeli oleh-oleh khas Yogyakarta bisa menjadi pilihan jika kamu sedang melancong ke Kota Pelajar. Liburan rasanya tak lengkap jika tidak…

  • Jangan Salah, Ini Perbedaan Hotel dan Resort yang Jarang Diketahui
    Gaya Hidup & Belanja

    Jangan Salah, Ini Perbedaan Hotel dan Resort yang Jarang Diketahui

    March 3, 2022 / Add Comments

    Jika dilihat sepintas, hotel dan resort (resor) tampak mirip. Meski begitu, ternyata keduanya memiliki perbedaan mendasar yang jarang diketahui. Wakil Ketua Umum…

  • Alasan Kenapa Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat daripada Pergi
    Gaya Hidup & Belanja

    Alasan Kenapa Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat daripada Pergi

    March 2, 2022 / Add Comments

    Apa kamu pernah merasa perjalanan pulang lebih cepat daripada pergi? Padahal jarak yang ditempuh sama saja, dengan kecepatan yang sama…

910111213
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
  • 5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
    5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
  • Liburan Akhir Tahun #DiIndonesiaAja dengan Paket Staycation dari Marriott
    Sebab Pariwisata Butuh Agen Perjalanan Online di Masa Pandemi Covid-19
  • Aktivitas
  • Aktivitas & Hobi
  • Batubara
  • Berita dan Event
  • Blog
  • budaya
  • Budaya Nusantara
  • Cars
  • cerita Nusantara
  • Covid-19
  • Creative
  • Culture
  • Daftar Pilihan
  • Data & Statistik
  • Destinasi & Tempat Menarik
  • Dining
  • Featured Posts
  • Gaya Hidup & Belanja
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Geografi dan Geologi
  • Health
  • Informasi Umum
  • Itinerary
  • Jenis Tambang
  • Kesehatan
  • klipping berita
  • Kuliner
  • Kuliner & Nongkrong
  • Nature
  • News
  • Panduan Belanja
  • Panduan Kuliner Lokal
  • Panduan Lingkungan
  • Panduan Lokal & Wisata
  • Pertambangan
  • Profil Bisnis & Wawancara
  • Regulasi
  • Resep
  • Sejarah
  • Sorortan Lokal
  • Teknologi
  • Tempat Baru di Kota
  • Tips & Trik Perjalanan
  • Ulasan
  • Ulasan & Rekomendasi
  • Uncategorized
  • Wisata
  1. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total)October 13, 2025

    […] Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total) […]

  2. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Pemerintah Terbaru: PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan Kedua PP 96/2021)October 13, 2025

    […] PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan II PP 96/2021) […]

  3. nathavarta on 5 Cafe di Antapani Bandung, Asik untuk Nongkrong dan FotoSeptember 30, 2025

    Asyik

  4. nathavarta on Andaliman, Rempah Eksotis dari Tanah BatakSeptember 30, 2025

    Andaliman bikin binir ketir ketir

  5. nathavarta on Jelajah Rasa di Jantung Sejarah: 3 Kuliner Wajib di Passer Baru yang Bertahan Melintasi ZamanSeptember 30, 2025

    Enak kelihatannya ini

  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
© 2025 - All Rights Reserved | NUSAVARTA
  • Privacy Policy
  • Contact US
  • Disclaimer
Change Location
Find awesome listings near you!