Nusavarta

Random Articles

Emas Tembus Rekor US$4.200, Sinyal Dovish Powell dan Tensi AS-China Ciptakan ‘Badai Sempurna’

Dokumen-dokumen yang diperlukan atau dilengkapi dalam proses penjualan batubara

Pemkab Mamuju Daftarkan Tenun Sekomandi Dapatkan Sertifikat IG

Pemkab Mamuju Daftarkan Tenun Sekomandi Dapatkan Sertifikat IG

PETA GEOLOGI SEKITAR DANAU TOBA

Facebook Twitter Instagram Youtube
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account

No Widgets found in the Sidebar Alt!

  • Kenapa Kulit Terasa Kering Saat Naik Pesawat
    Gaya Hidup & Belanja

    Kenapa Kulit Terasa Kering Saat Naik Pesawat

    March 1, 2022 / Add Comments

    Beragam hal bisa terjadi pada tubuh manusia ketika naik pesawat. Tidak hanya telinga yang berdengung dan indra perasa yang ketajamannya…

  • Gaya Hidup & Belanja

    Tips Wisata Off Road di ATV Adventure Indonesia, Anak Boleh Ikutan

    February 26, 2022 / Add Comments

    Masyarakat ibu kota yang mendambakan tempat wisata off road, kini punya pilihan destinasi yang berada di dalam kota. Pencinta wisata off road bisa menjajal ATV…

  • Kenapa Tidak Ada Lantai 13 di Hotel, Ini penjelasan Lengkapnya
    Gaya Hidup & Belanja

    Kenapa Tidak Ada Lantai 13 di Hotel, Ini penjelasan Lengkapnya

    February 23, 2022 / Add Comments

    Kadang kala, orang-orang yang menginap di hotel mencari letak lantai 13 hotel bertingkat. Pastinya banyak yang bertanya-tanya mengapa tidak pernah…

  • 4 Tips Ikut Wisata dengan Walking Tour
    Gaya Hidup & Belanja

    4 Tips Ikut Wisata dengan Walking Tour

    February 22, 2022 / Add Comments

    Wisata jalan kaki atau walking tour merupakan salah satu jenis wisata yang belakangan ini makin populer di kota-kota besar, terutama Jakarta. Berdurasi…

  • 8 Tips Mudah Atasi Overpacking Saat Berpergian
    Gaya Hidup & Belanja

    8 Tips Mudah Atasi Overpacking Saat Berpergian

    February 20, 2022 / Add Comments

    Seringkali banyak orang yang overpacking, atau membawa terlalu banyak barang bawaan saat berpergian. Apalagi saat berpergian, orang-orang terkadang membawa seluruh pakaian yang…

  • Ramai Travel Agent Bodong, Ini Tips Liburan Aman ke Labuan Bajo
    Gaya Hidup & Belanja

    Ramai Travel Agent Bodong, Ini Tips Liburan Aman ke Labuan Bajo

    February 16, 2022 / Add Comments

    Tingginya minat wisatawan yang datang ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, beberapa tahun belakangan ini menjadi berkah tersendiri bagi kota…

  • 5 Pelajaran Penting yang Akan Kamu Dapatkan dari Solo Traveling
    Gaya Hidup & Belanja

    5 Pelajaran Penting yang Akan Kamu Dapatkan dari Solo Traveling

    February 16, 2022 / Add Comments

    Melakukan perjalanan ke berbagai tempat merupakan salah satu hal yang paling mengasyikkan. Kamu akan melihat banyak hal menarik yang bahkan…

  • 5 Tips Tidur Nyenyak Saat Bepergian, Coba Dengar Musik Santai
    Gaya Hidup & Belanja

    5 Tips Tidur Nyenyak Saat Bepergian, Coba Dengar Musik Santai

    February 13, 2022 / Add Comments

    Saat berpergian tak semua orang bisa tidur dengan nyenyak, apalagi harus beristirahat di tempat baru yang terasa asing. Belum lagi…

  • Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia
    Gaya Hidup & Belanja

    Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

    February 8, 2022 / Add Comments

    Calon penumpang pesawat tidak hanya bisa membawa barang, tapi juga hewan peliharaan. Namun, mungkin banyak orang yang belum mengetahui peraturan…

  • Warm Up Vacation Bukan Karantina, Apa Bedanya?
    Gaya Hidup & Belanja

    Warm Up Vacation Bukan Karantina, Apa Bedanya?

    February 8, 2022 / Add Comments

    Penerbangan internasional ke Bali resmi dibuka Jumat (04/02/2022). Ini ditandai dengan tibanya enam orang wisatawan mancanegara (wisman) asal Jepang yang…

  • Alasan Barang Elektronik Harus Dikeluarkan Saat Pemeriksaan X-Ray di Bandara
    Gaya Hidup & Belanja

    Alasan Barang Elektronik Harus Dikeluarkan Saat Pemeriksaan X-Ray di Bandara

    February 5, 2022 / Add Comments

    Setiap kali hendak bepergian dengan pesawat, pemeriksaan melalui sinar X-ray menjadi hal yang wajib dijalani oleh calon penumpang. Dalam proses…

  • Pentingnya Membuka Koper di Bandara Setelah Mendarat
    Gaya Hidup & Belanja

    Pentingnya Membuka Koper di Bandara Setelah Mendarat

    January 31, 2022 / Add Comments

    Belum lama ini seorang traveler asal Amerika Serikat (AS) bernama Gina Sheldon, mengalami nasib apes saat naik pesawat. Oleh-oleh yang sudah dibeli…

1011121314
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
  • 5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
    5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
  • Liburan Akhir Tahun #DiIndonesiaAja dengan Paket Staycation dari Marriott
    Sebab Pariwisata Butuh Agen Perjalanan Online di Masa Pandemi Covid-19
  • Aktivitas
  • Aktivitas & Hobi
  • Batubara
  • Berita dan Event
  • Blog
  • budaya
  • Budaya Nusantara
  • Cars
  • cerita Nusantara
  • Covid-19
  • Creative
  • Culture
  • Daftar Pilihan
  • Data & Statistik
  • Destinasi & Tempat Menarik
  • Dining
  • Featured Posts
  • Gaya Hidup & Belanja
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Geografi dan Geologi
  • Health
  • Informasi Umum
  • Itinerary
  • Jenis Tambang
  • Kesehatan
  • klipping berita
  • Kuliner
  • Kuliner & Nongkrong
  • Nature
  • News
  • Panduan Belanja
  • Panduan Kuliner Lokal
  • Panduan Lingkungan
  • Panduan Lokal & Wisata
  • Pertambangan
  • Profil Bisnis & Wawancara
  • Regulasi
  • Resep
  • Sejarah
  • Sorortan Lokal
  • Teknologi
  • Tempat Baru di Kota
  • Tips & Trik Perjalanan
  • Ulasan
  • Ulasan & Rekomendasi
  • Uncategorized
  • Wisata
  1. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total)October 13, 2025

    […] Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total) […]

  2. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Pemerintah Terbaru: PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan Kedua PP 96/2021)October 13, 2025

    […] PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan II PP 96/2021) […]

  3. nathavarta on 5 Cafe di Antapani Bandung, Asik untuk Nongkrong dan FotoSeptember 30, 2025

    Asyik

  4. nathavarta on Andaliman, Rempah Eksotis dari Tanah BatakSeptember 30, 2025

    Andaliman bikin binir ketir ketir

  5. nathavarta on Jelajah Rasa di Jantung Sejarah: 3 Kuliner Wajib di Passer Baru yang Bertahan Melintasi ZamanSeptember 30, 2025

    Enak kelihatannya ini

  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
© 2025 - All Rights Reserved | NUSAVARTA
  • Privacy Policy
  • Contact US
  • Disclaimer
Change Location
Find awesome listings near you!