Nusavarta

Random Articles

Emas Tembus Rekor US$4.200, Sinyal Dovish Powell dan Tensi AS-China Ciptakan ‘Badai Sempurna’

China Bela Pembatasan Rare Earth, Luncurkan Inisiatif Tambang Global di G20

Fasies Lingkungan Pengendapan Batubara

Sate Klopo Ondomohen dan 8 Tempat Makan di Surabaya yang Terkenal Enak dan Murah

Sate Klopo Ondomohen dan 8 Tempat Makan di Surabaya yang Terkenal Enak dan Murah

Facebook Twitter Instagram Youtube
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account
  • Home
  • Today
  • Direktori Nusantara
  • Write A Review
  • Account

No Widgets found in the Sidebar Alt!

  • 10 Alasan Kenapa Kamu Harus Liburan ke Danau Toba, Minimal Sekali
    Gaya Hidup & Belanja

    10 Alasan Kenapa Kamu Harus Liburan ke Danau Toba, Minimal Sekali

    November 23, 2022 / Add Comments

    Destinasi superprioritas yang bakal mendunia Danau Toba, SUmatra Utara (pixabay.com/12019) Danau Toba merupakan wisata unggulan di Sumatra Utara. Selain terkenal…

  • 3 Hotel Murah di Jakarta Berbintang Harga Under Rp 500 Ribu, Kamarnya Besar, Ada Juga yang Unik
    Gaya Hidup & Belanja

    3 Hotel Murah di Jakarta Berbintang Harga Under Rp 500 Ribu, Kamarnya Besar, Ada Juga yang Unik

    November 2, 2022 / Add Comments

     Simak tiga hotel murah di Jakarta Utara berbintang harga di bawah Rp 500 ribuan. Walau berbintang, hotel yang direkomendasikan TribunJakarta…

  • Tempat Staycation di Jakarta Ini Punya Ornamen Betawi yang Instagramable
    Gaya Hidup & Belanja

    Tempat Staycation di Jakarta Ini Punya Ornamen Betawi yang Instagramable

    November 1, 2022 / Add Comments

    Jakarta bisa menjadi destinasi untuk staycation, terlebih jelang akhir tahun, libur kenaikan kelas, hingga natal dan tahun baru. Hotel Amaris Slipi,…

  • Ketinggalan Pesawat karena Kelalaian Maskapai, Penumpang Dapat Kompensasi
    Gaya Hidup & Belanja

    Ketinggalan Pesawat karena Kelalaian Maskapai, Penumpang Dapat Kompensasi

    October 31, 2022 / Add Comments

    Fenomena penggantian jadwal penerbangan sudah bukan hal baru lagi dalam penerbangan. Namun, fenomena penumpang ditinggal pesawat juga beberapa kali terjadi.…

  • Kain Tenun hingga Kopi Jadi Oleh-oleh Khas Labuan Bajo
    Panduan Belanja

    Kain Tenun hingga Kopi Jadi Oleh-oleh Khas Labuan Bajo

    September 16, 2022 / Add Comments

    Berkunjung ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum lengkap jika pulang tak membawa oleh-oleh khas lokal.…

  • Wisata ke Tempat Baru, Solo Traveler Perlu Tahu 4 Hal Ini
    Gaya Hidup & Belanja

    Wisata ke Tempat Baru, Solo Traveler Perlu Tahu 4 Hal Ini

    August 9, 2022 / Add Comments

    Ketika memutuskan untuk melakukan solo traveling atau berwisata sendirian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. © Disediakan oleh Kompas.comIlustrasi traveling saat pandemi. Adapun…

  • Dear Traveler, 5 Oleh-oleh Khas Buleleng Ini Harus Kamu Bawa Pulang!
    Panduan Belanja

    Dear Traveler, 5 Oleh-oleh Khas Buleleng Ini Harus Kamu Bawa Pulang!

    August 9, 2022 / Add Comments

    Buleleng memang tak sepopuler wilayah Bali bagian selatan, tapi pesonanya tak kalah indah. Keindahan alam yang gak boleh dilewatkan, semakin…

  • Cara Transit Pesawat Bagi Pemula dengan Satu atau Beda Maskapai
    Gaya Hidup & Belanja

    Cara Transit Pesawat Bagi Pemula dengan Satu atau Beda Maskapai

    August 3, 2022 / Add Comments

    Perjalanan menggunakan pesawat terkadang mengharuskan penumpang singgah di sebuah bandara, sebelum sampai di bandara tujuan. Kondisi ini disebut sebagai penerbangan…

  • Cara Check In Online Batik Air di Aplikasi dan Situs Web
    Gaya Hidup & Belanja

    Cara Check In Online Batik Air di Aplikasi dan Situs Web

    August 2, 2022 / Add Comments

    Batik Air menyediakan layanan check in online yang bisa diakses melalui ponsel atau mobile check in. Check in online bisa dilakukan melalui aplikasi maupun…

  • Perbedaan Healing dan Liburan yang Perlu Diketahui
    Gaya Hidup & Belanja

    Perbedaan Healing dan Liburan yang Perlu Diketahui

    July 30, 2022 / Add Comments

    Kata healing dan liburan merupakan hal yang sering disebut saat seseorang butuh menyegarkan pikiran dari segala aktivitas yang melelahkan. Mungkin sebagian orang…

  • Apakah Tiket Hangus Jika Ketinggalan Pesawat? Berikut Penjelasannya
    Gaya Hidup & Belanja

    Apakah Tiket Hangus Jika Ketinggalan Pesawat? Berikut Penjelasannya

    July 28, 2022 / Add Comments

    Setiap penumpang tentunya tidak ingin ketinggalan pesawat. Namun, beberapa orang secara tidak sengaja melewatkan jadwal penerbangan karena alasan tidak diduga…

  • Alasan Kenapa Berat Bagasi Kabin di Pesawat Dibatasi
    Gaya Hidup & Belanja

    Alasan Kenapa Berat Bagasi Kabin di Pesawat Dibatasi

    July 23, 2022 / Add Comments

    Setiap maskapai penerbangan memiliki aturan tersendiri terkait berat bagasi kabin, atau barang yang dibawa penumpang ke kabin pesawat untuk selanjutnya…

7891011
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
  • 5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
    5 Fakta Tentang Bee Pollen yang Wajib Mommies Tahu
  • Liburan Akhir Tahun #DiIndonesiaAja dengan Paket Staycation dari Marriott
    Sebab Pariwisata Butuh Agen Perjalanan Online di Masa Pandemi Covid-19
  • Aktivitas
  • Aktivitas & Hobi
  • Batubara
  • Berita dan Event
  • Blog
  • budaya
  • Budaya Nusantara
  • Cars
  • cerita Nusantara
  • Covid-19
  • Creative
  • Culture
  • Daftar Pilihan
  • Data & Statistik
  • Destinasi & Tempat Menarik
  • Dining
  • Featured Posts
  • Gaya Hidup & Belanja
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Geografi dan Geologi
  • Health
  • Informasi Umum
  • Itinerary
  • Jenis Tambang
  • Kesehatan
  • klipping berita
  • Kuliner
  • Kuliner & Nongkrong
  • Nature
  • News
  • Panduan Belanja
  • Panduan Kuliner Lokal
  • Panduan Lingkungan
  • Panduan Lokal & Wisata
  • Pertambangan
  • Profil Bisnis & Wawancara
  • Regulasi
  • Resep
  • Sejarah
  • Sorortan Lokal
  • Teknologi
  • Tempat Baru di Kota
  • Tips & Trik Perjalanan
  • Ulasan
  • Ulasan & Rekomendasi
  • Uncategorized
  • Wisata
  1. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total)October 13, 2025

    […] Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2025 (RKAB Setahun & Digitalisasi Total) […]

  2. Regulasi Utama Sektor Minerba Per Oktober 2025 - Stana on Peraturan Pemerintah Terbaru: PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan Kedua PP 96/2021)October 13, 2025

    […] PP No. 39 Tahun 2025 (Perubahan II PP 96/2021) […]

  3. nathavarta on 5 Cafe di Antapani Bandung, Asik untuk Nongkrong dan FotoSeptember 30, 2025

    Asyik

  4. nathavarta on Andaliman, Rempah Eksotis dari Tanah BatakSeptember 30, 2025

    Andaliman bikin binir ketir ketir

  5. nathavarta on Jelajah Rasa di Jantung Sejarah: 3 Kuliner Wajib di Passer Baru yang Bertahan Melintasi ZamanSeptember 30, 2025

    Enak kelihatannya ini

  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa pada Senin 30 November 2020 Gerhana Bulan penumbra akan menyambung seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain. Seluruh proses Gerhana Bulan penumbra kali ini dapat diamati di sebagian besar Amerika Utara dan Samudera Pasifik. Proses gerhana saat bulan terbit dapat dilihat di Australia, sebagian besar Asia bagian Timur, dan sebagian kecil Samudra Hindia. Proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di sebagian besar Amerika bagian Selatan, Samudra Atlantik bagian Utara, dan sebagian kecil Eropa. Gerhana ini tidak akan teramati di seluruh Afrika, sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia bagian Barat, sebagian besar Samudera Hindia bagian Barat, dan sebagian besar Samudra Atlantik bagian Selatan. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat, masyarakat tidak dapat menyaksikan awal dan puncak gerhana ini, karena gerhana terjadi ketika Bulan belum terbit atau masih di bawah horison. Masyarakat Indonesia hanya bisa mengamati sebagian proses di akhir gerhana sekitar pukul 18.00-18.53 WIB. Adapun waktu lengkapnya sebagai berikut: Awal Gerhana 07.32.21 UT 14.32.21 WIB 15.32.21 WITA 16.32.21 WIT Puncak Gerhana 09.42.48 UT 16.42.48 WIB 17.42.48 WITA 18.42.48 WIT Akhir Gerhana 11.53.20 UT 18.53.20 WIB 19.53.20 WITA 20.53.20 WIT Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan© Disediakan oleh Kumparan Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Khusus untuk wilayah yang masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), seperti Kepulauan Maluku dan Papua akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit, puncak, hingga gerhana berakhir. Gerhana Bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama. Dijelaskan Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), karena proses perubahan pada Gerhana Bulan Penumbra hanya terjadi pada intensitas cahaya Bulan saja, maka pengamatan harus dibantu dengan alat pengukur cahaya. Artinya, proses terjadinya Gerhana Bulan Penumbra tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena efek yang terjadi hanya peredupan pada cahaya Bulan. Gerhana penumbra hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu pengukur cahaya, di mana fase-fase gerhana baru bisa dikenali.
    Ada Gerhana Bulan Penumbra di Indonesia 30 November 2020, Catat Waktunya
  • 9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
    9 Tips Aman Road Trip Naik Mobil Pribadi ke Bali
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
© 2025 - All Rights Reserved | NUSAVARTA
  • Privacy Policy
  • Contact US
  • Disclaimer
Change Location
Find awesome listings near you!