Blog

Daftar Terminal Khusus (Tersus) Batubara di Sumatera

Sumatera merupakan salah satu kawasan strategis dalam industri pertambangan batubara di Indonesia. Dengan cadangan batubara yang besar di sejumlah provinsi – terutama Sumatera Selatan – kawasan ini menjadi pusat produksi dan ekspor batubara nasional. Kebutuhan akan pengelolaan logistik mineral tersebut mendorong pembangunan berbagai terminal khusus (tersus) batubara, yakni fasilitas pelabuhan yang tidak dibuka untuk umum dan hanya digunakan untuk kepentingan pemilik atau operator terminal dan mitra izin tambangnya. Laporan ini menyajikan tinjauan komprehensif terkait daftar terminal khusus batubara (baik Tersus maupun TUKS/BUP) yang beroperasi di Pulau Sumatera, dengan cakupan seluruh provinsi: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.


Terminal khusus (tersus) batubara adalah fasilitas pelabuhan yang digunakan secara eksklusif untuk kebutuhan bongkar muat hasil tambang oleh pemilik atau grup usahanya, tidak untuk kepentingan umum, dan pengoperasiannya wajib mendapatkan izin dari pemerintah pusat melalui sistem OSS dan MaritimHub. Tersus berbeda dengan pelabuhan umum yang dapat diakses berbagai pihak, dan berbeda pula dengan terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) yang dilekatkan pada lokasi perusahaan/perkebunan/industri tertentu, walaupun dalam praktik, istilah Tersus dan TUKS telah saling tumpang tindih di lapangan.

Secara hukum, dasar pengelolaan Terminal Khusus dan TUKS antara lain:

  • UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran;
  • PP No. 61 Tahun 2009 jo. PP No. 64 Tahun 2015 tentang Kepelabuhanan;
  • PP No. 31 Tahun 2021 tentang Bidang Pelayaran;
  • Permenhub No. PM 52 Tahun 2021 tentang Terminal Khusus dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri.
  • Keputusan Dirjen Hubla No. A.175 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Perizinan Tersus/TUKS.

Terminal batubara juga harus mematuhi aspek perizinan dari sektor ESDM berupa IUP OP, IPP Batubara (Izin Usaha Pengangkutan dan Penjualan) sesuai Permen ESDM terbaru No. 17 Tahun 2025 dan No. 10 Tahun 2023, serta wajib memenuhi ketentuan AMDAL/UKL-UPL lingkungan. Proses izin dilakukan secara daring, terintegrasi antara OSS (BKPM) dan MaritimHub Kemenhub.

Kriteria Administratif dan Teknis Terminal Khusus

Agar terminal maupun stockpile batubara memperoleh izin sebagai terminal khusus/TUKS, pemohon harus melengkapi dokumen administratif seperti:

  • NIB dengan kode KBLI terkait, bukti penguasaan atau sewa lahan, izin utama perusahaan (IUP OP, IUJP, dll), persetujuan AMDAL/UKL-UPL, dokumen teknis fasilitas dermaga (koordinat, kapasitas, peta kerja, desain fasilitas), serta laporan pelunasan PNBP penggunaan perairan.

Terminal juga wajib mengunggah peta situasi terkini di MaritimHub, melaporkan volume bongkar muat (tonase/tahun), frekuensi kapal, konektivitas alur pelayaran hingga sarana bantu navigasi (SBNP). Fasilitas pendukung seperti akses jalan, jalur hauling, rel atau sungai sangat menentukan kelayakan terminal.

Pengawasan dan Penegakan Kepatuhan

Penyelenggaraan terminal khusus di Sumatera diawasi dan dievaluasi berkala oleh Kantor KSOP/UPP, Distrik Navigasi, Dinas Perhubungan, serta Dinas Lingkungan Hidup daerah. Setiap pelanggaran izin – termasuk penyalahgunaan TUKS untuk aktivitas komersial luar peruntukan atau ekspor ilegal batubara – dapat berakibat pencabutan izin, sanksi administratif, hingga laporan pidana sebagaimana kini mengemuka di Jambi dan Sumatera Selatan.


Peta Sebaran dan Data Spasial Terminal Khusus Batubara di Sumatera

Informasi spasial/data peta terminal khusus dan TUKS dapat diakses secara nasional pada:

Peta-peta ini terus diperbarui, dan menggambarkan distribusi Tersus & TUKS utama di Sumatera, mulai dari pantai barat Aceh, selatan Bengkulu, pesisir Lampung, hingga pesisir timur Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Selain itu, provinsi dengan infrastruktur terminal khusus terbanyak yaitu Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Aceh. Operator terminal terbanyak adalah perusahaan tambang IUP OP serta sejumlah perusahaan logistik tambang nasional (PT KAI, PTBA, PT Servo Group, TITAN Group, Batubara Mandiri Group).

Ringkasan Terminal Khusus (Tersus/TUKS) Batubara di Pulau Sumatera (Nov 2025)

Nama TerminalLokasi (Provinsi/Kabupaten)Perusahaan Operator/PemilikKapasitas Bongkar MuatStatus Izin & LegalitasKonektivitas Transportasi
Tersus Tanjung Enim (PTBA)Sumsel, Muara EnimPT Bukit Asam Tbk>24 juta ton/tahunIzin PB-UMKU, aktifRel KA Batubara Kertapati, Hauling
Terminal Batubara KramasanSumsel, PalembangPT KAI, KAI Logistik, SLS40 juta ton/tahun (target 2027)Izin PSN, PB-UMKU, on progressRel Kereta Batubara
Tersus Bagus KuningSumsel, BanyuasinPT Batubara Mandiri~1 juta ton/tahunBeroperasi, PB-UMKUHauling Sungai Musi
Tersus Bailangu 1 & 2Sumsel, MubaPT Batubara Mandiri100.000 ton/bulanPB-UMKUSungai Musi/Lematang
Jetty Terminal SLR/Servo RayaSumsel, Muara Enim/Ogan Ilir/LahatPT Servo Lintas Raya>10 juta ton/tahunPB-UMKU aktifJalan hauling 113km, KA/Truk
Jetty TriaryaniSumsel, Musi RawasPT Triaryani>2 juta ton/tahun (perkiraan)IUP OP, PB-UMKU aktifHauling, Sungai Musi
Jetty Titan GroupSumsel, Muba/OKIPT Titan Infra Energy>10 juta ton/tahunPB-UMKU aktifHauling, Sungai Musi
Jetty Musi Prima CoalSumsel, Musi BanyuasinPT Musi Prima Coal>1 juta ton/tahunPB-UMKU, IUP OP aktifSungai Musi/Keramasan
Jetty GEMS/Barasentosa LestariSumsel, Muara EnimPT GEMS/BSL>2 juta ton/tahunPB-UMKU, IUP OP aktifHauling, Sungai
TUKS PT MIFA BersaudaraAceh BaratPT MIFA Bersaudara>5 juta ton/tahunIUP OP, PB-UMKU, AMDALHauling ke Jetty MIFA, Sungai Meureubo
TUKS PT Bara Energi LestariNagan Raya (Aceh)PT Bara Energi Lestari1–2 juta ton/tahunIUP OP, PB-UMKUJalan hauling, Sungai Nagan
TUKS PT Sriwijaya Bara PriharumSumsel, Musi BanyuasinPT SBP1 juta ton/tahun (perkiraan)IUP OP, PB-UMKU, AMDALHauling, Sungai Musi
Jetty PT Banjarsari PribumiSumsel, LahatPT Banjarsari Pribumi500.000–1 juta ton/tahunIUP OP, PB-UMKUJalan hauling, Sungai Lematang/Musi
Pulau Baai Coal TerminalBengkulu, Kota BengkuluBUP Pulau Baai (PT Pelindo)>5 juta ton/tahunIzin Pelabuhan Umum, PB-UMKUJalan raya, Tol, Kapal laut
TUKS PT Universal Pratama Sjt.Aceh, Nagan RayaPT Universal Pratama SejahteraEksplorasi, belum produksiIUP Ekspl, PB-UMKU proses
TUKS Pelabuhan TenamJambi, Muaro JambiPT Deli Pratama Pelabuhan3 juta ton/tahun (rencana)PB-UMKU dalam pembangunanJalan khusus, Sungai Batanghari
TUKS PT Daya Sakti EnergiJambi, BatanghariPT Daya Sakti Energi2 juta ton/tahun (plan)PB-UMKU prosesSungai, hauling
TUKS PT Bangun Tunas LampungLampung, Bandar LampungPT Bangun Tunas Lampung1 juta ton/tahun (perkiraan)Izin aktif, UKL-UPLHauling, Kapal Laut
Stockpile PT Sumatera Bahtera RayaLampung, Bumi Waras, PrabumulihPT Sumatera Bahtera Raya500.000 ton/tahun (plan)Izin Pemanfaatan, UKL-UPLAngkut darat, Sungai/Laut

*Catatan: Data kapasitas adalah hasil telaah sumber resmi, publikasi kabupaten/provinsi, website perusahaan, dan sejumlah laporan media 2024–2025. Banyak jetty/tuk yang tidak merilis kapasitas terbuka. Jumlah total terminal khusus batubara di Sumatera per September/Oktober 2025: diperkirakan 40–70 lokasi (termasuk TUKS aktif dan rencana).


Tabel di atas memuat terminal yang status izinnya terpublikasi resmi atau yang dikenal luas dalam ekosistem logistik tambang Sumatera hingga Oktober 2025. Saat ini, Sumatera Selatan menempati posisi terdepan, baik dari segi kapasitas maupun jumlah wahana terminal batubara, sebagai pusat rantai pasok nasional. Terminal Tanjung Enim dikelola PT Bukit Asam Tbk (PTBA), BUMN tambang yang menjadi ikon kawasan ini, didukung akses rel khusus batubara PT KAI untuk pengangkutan dari tambang ke pelabuhan Kertapati maupun Terminal Kramasan yang sedang dikembangkan dengan target 40 juta ton per tahun.

Terminal Batubara Kramasan Palembang merupakan inisiatif skala nasional (PSN/Proyek Strategis Nasional), didorong oleh sinergi PT KAI dan PTBA, serta PT Sentosa Laju Sejahtera, dipersiapkan menjadi hub utama bongkar batubara perkeretaapian. Didesain menampung hingga 60.000 ton per hari (hampir 20 juta ton per tahun) pada tahap awal, dengan area penumpukan 590.000 ton, dan pengiriman 20 rangkaian kereta setiap hari.

Selain operator BUMN, PT Batubara Mandiri, Geneva Titan Group, PT Servo Railway (PT Servo Lintas Raya) serta PT Triaryani dan berbagai perusahaan IUP menengah-besar lainnya, membangun dan mengoperasikan Tersus serta Jetty Sungai Musi/Lematang/Muara Enim untuk menghubungkan tambang-tambang utama dengan jalur kereta api atau sungai, lalu menuju pelabuhan ekspor di Palembang, Lampung (Tarahan), atau Jambi.

Aceh dan Sumatera Barat juga mengembangkan terminal batubara, walaupun skala logistiknya lebih kecil. PT MIFA Bersaudara di Aceh Barat adalah salah satu pelaku utama ekspor batubara Aceh dengan terminal khusus di pesisir barat, mengandalkan kombinasi hauling darat dan sungai. Daerah lain seperti Nagan Raya, Bengkulu dan Jambi juga memiliki sejumlah TUKS dan stockpile yang telah mulai mendapat atensi pemerintah provinsi, terutama setelah kasus penyalahgunaan TUKS batubara untuk jalur ekspor dan illegal hauling mengemuka sejak 2023–2025.

Di Lampung, terdapat stockpile besar di kawasan Pelabuhan Panjang dan belasan titik penyimpanan batubara yang umumnya menjadi titik penyebaran batubara kiriman dari Sumsel via kereta api (KA Babaranjang), seperti dioperasikan oleh PT Bangun Tunas Lampung, PT Sumatera Bahtera Raya, hingga Bumi Lampung Putra Perkasa.

Konektivitas transportasi terminal batubara di Sumatera berkembang cepat – tidak hanya lewat sungai dan hauling, tetapi juga melalui jalur kereta api khusus batubara oleh PT KAI (Jalur Kertapati, Tarahan, Tanjung Karang) dan jalur hauling multi-corridor (Servo, Titan, Triaryani). Sementara di Sumbar dan Babel, volume dan skala ekspor masih terbatas, walaupun pencatatan fasilitas Tersus tetap dilakukan oleh Dinas ESDM dan Dinas Perhubungan daerah.


Provinsi Sumatera Selatan: Pusat Terminal Batubara Sumatera

Sumatera Selatan adalah pusat industri terminal khusus/tuks batubara nasional dengan infrastruktur paling lengkap dan kapasitas ekspor terbesar, utamanya didukung oleh PT Bukit Asam (PTBA) serta jaringan perusahaan logistik grup swasta (Servo, Titan, Batubara Mandiri, SLR, dll).

Proyek strategis Terminal Kramasan, yang direncanakan rampung 2027, akan menjadi game changer dalam logistik batubara nasional – memprioritaskan angkutan batubara lewat kereta api, mengurangi kemacetan dan kerusakan jalan akibat truk hauling, serta memperbesar volume angkut dari 8 juta ke 40 juta ton/tahun.

Terminal utama di Sumsel (di luar PTBA) antara lain:

  • Bagus Kuning Jetty, Bailangu 1 dan 2 Jetty (Batubara Mandiri): beroperasi di tepi Sungai Musi/Baingulu, memfasilitasi loading batubara ke tongkang besar dan kecil, terintegrasi dengan rantai logistik PTBA dan Batumandiri Group.
  • Jetty SLR/Servo Raya: fasilitas utama jalur hauling Servo Group (jalan khusus >110 km melintasi Muara Enim, Ogan Ilir, Lahat), mampu mengakut jutaan ton batubara setiap tahun, mengarah ke pelabuhan jetty, transfer ke kapal tongkang menuju Palembang/Tarahan.
  • Terminal Triaryani: berlokasi di Musi Rawas, menggunakan kombinasi hauling dan sungai untuk ekspor.

Operator terminal di Sumsel terhubung dengan jalur kereta Kertapati–Keramasan–Tarahan, selain akses sungai Musi, Lematang, dan Muara Enim.

Kapasitas, Perizinan, dan Konektivitas Transportasi

Kapasitas terminal di Sumsel bervariasi, namun untuk terminal utama (PTBA Tanjung Enim), Terminal Kramasan, Bagus Kuning, Jetty Servo, kapasitas total sudah melampaui 50 juta ton/tahun, seiring target nasional yang ingin menjadikan Sumsel sebagai “lumbung energi nasional”.

Perizinan terminal di Sumsel sebagian besar telah mengantongi PB-UMKU terbaru (Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha), IUP OP/IUJP aktif, dan dokumen lingkungan yang sesuai ketentuan PM 52/2021 maupun edaran Dirjen Hubla 2022.

Konektivitas transportasi utama terdiri dari:

  • Jaringan KA Batubara PT KAI (Kertapati, Tanjung Enim, Tarahan/Lampung)
  • Jalan hauling (Servo, Triaryani, Titan)
  • Sungai Musi dan Lematang (akses jetty di Muara Enim, Muba, Ogan Ilir)
  • Pelabuhan umum utama: Kertapati Palembang, Tarahan Lampung.

Provinsi Aceh: Terminal Khusus Batubara di Pantai Barat

Operator, Lokasi, dan Infrastruktur Terminal

Aceh berperan penting sebagai produsen dan eksportir batubara kalori rendah-menengah untuk kebutuhan pembangkit dan ekspor ke Asia. Terminal utama berada di Aceh Barat—khususnya fasilitas PT MIFA Bersaudara, dengan terminal khusus di pesisir Meulaboh. Terminal ini terhubung dengan jalur hauling dari tambang ke dermaga, diintegrasikan dengan jalur sungai (Meureubo) di barat Aceh.

Tabel terminal batubara utama di Aceh berdasarkan update Dinas ESDM Aceh (Januari 2025):

Nama TerminalLokasiOperator/PemilikKapasitasStatus IzinTransportasi
TUKS MIFA BersaudaraAceh BaratPT MIFA Bersaudara>5 juta ton/tahunIUP OP AktifHauling, Sungai
TUKS Bara Energi LestariNagan RayaPT Bara Energi Lestari1–2 juta tonIUP OPHauling
TUKS Agrabudi Jasa BersamaAceh BaratPT AJB5 juta tonIUP OPHauling

Daftar terminal di Aceh masih berpotensi bertambah, namun mayoritas stockpile dan jetty menginduk ke dua operator besar di Aceh Barat dan Nagan Raya. TUKS dioperasikan langsung oleh pemegang IUP OP, mencantumkan nomor SK izin, dan sesuai data ESDM Aceh juga terdaftar di MaritimHub Kemenhub.

Tantangan dan Pengawasan

Isu utama di Aceh adalah pengawasan legalitas angkutan batubara serta kelengkapan izin TUKS/tersus, di mana pemerintah daerah dan pusat melakukan audit periodik pada penggunaan TUKS sesuai kaidah dan peruntukan, untuk menghindari pelanggaran ekspor ilegal.


Provinsi Sumatera Utara: Terminal Batubara di Pesisir Timur

Terminal Khusus dan Konektivitas

Sumut bukan produsen batubara utama, namun terminal khusus hadir di kawasan pesisir timur (Kabupaten Batu Bara, Batubara Regency) dan sekitar pelabuhan Kuala Tanjung yang merupakan pelabuhan internasional terbesar di pantai barat Sumatera. Terminal umum dan TUKS tersedia untuk kebutuhan ekspor komoditas lain (CPO, semen, dsb), sementara terminal khusus batubara skala besar belum teridentifikasi secara signifikan.

Konektivitas kawasan didukung jaringan tol, jalur rel KA Tebing Tinggi–Kuala Tanjung, serta akses ke pelabuhan umum PT Pelindo di Kuala Tanjung. Fasilitas stockpile batubara umumnya menjadi titik distribusi bagi batubara kiriman dari Sumsel untuk kebutuhan pembangkit Sumut.


Provinsi Sumatera Barat: Warisan Terminal Ombilin dan Potensi Tersus Baru

Sumatera Barat memiliki sejarah panjang pertambangan batubara dengan Tambang Ombilin di Sawahlunto sebagai daya tarik utama. Meski produksi aktif telah menurun drastis sejak 2015–2018, fasilitas jetty dan stockpile masih dijaga sebagai bagian dari warisan UNESCO dan museum tambang. Terminal khusus baru lebih banyak difokuskan pada kebutuhan logistik pabrik semen dan pengiriman mineral batuan (via pelabuhan Teluk Bayur).

Saat ini, terminal batubara di Sumbar skala menengah-hilir masih amat terbatas, dan ekspor umumnya bersifat domestik yakni untuk pasokan ke PLTU atau pabrik semen di Sumatara dan Jawa.


Provinsi Riau: Terminal Khusus dan Konektivitas Sungai

Di Riau, terminal khusus batubara—TUKS maupun dok stockpile—mulai bermunculan di pesisir Sungai Siak, Indragiri, dan Pelalawan. Pengelolaan terminal dan perizinannya menjadi perhatian bersama DPMPTSP Riau dan Dinas ESDM.

Sebagian besar TUKS di Riau digunakan oleh industri CPO, namun tercatat ada beberapa TUKS terminal batubara yang disiapkan untuk ekspor via sungai, dengan hauling dari areal pertambangan ke dermaga sungai yang memungkinkan akses tongkang.


Provinsi Jambi: Regulasi Ketat dan Pengawasan terhadap TUKS Batubara

Jambi adalah provinsi penghasil batubara terbesar kedua di Pulau Sumatera di luar Sumsel. Sektor logistik batubaranya sedang dalam sorotan tajam akibat maraknya dugaan penyalahgunaan TUKS untuk aktivitas ekspor ilegal serta “pelabuhan hantu” yang berpotensi merugikan negara.

Tabel terminal utama dan perizinan di Jambi:

Nama TerminalLokasiOperator/PemilikKapasitasStatus IzinTransportasi
TUKS Pelabuhan TenamMuaro JambiPT Deli Pratama Pelabuhan3 juta tonPB-UMKU, PembangunanJalan khusus, Sungai Batanghari

Dinas Perhubungan Provinsi Jambi mencatat adanya 59 TUKS di tiga pelabuhan utama: Talang Duku, Kuala Tungkal, Muara Sabak, dengan 11 TUKS aktif melayani ekspor batubara di Talang Duku. Pengawasan audit dan pengaturan perizinan sekarang dipertegas demi menghindari TUKS menjadi sarana ekspor ilegal dan pengelakan pajak.


Provinsi Bengkulu: Fasilitas Pelabuhan Pulau Baai dan Terminal Khusus Terkait

Bengkulu mengandalkan Pelabuhan Pulau Baai sebagai pelabuhan umum dan BUP terbesar di provinsi ini. Terminal khusus batubara – baik sebagai TUKS perusahaan tambang kecil-menengah atau stockpile – sebagian terhubung ke Pulau Baai sebelum batubara diekspor ke luar negeri.

Penurunan ekspor batubara Bengkulu hingga hampir 80% pada 2024–2025 terkait kendala pendangkalan alur dan keterbatasan dukungan fasilitas terminal khusus yang efektif, sehingga efisiensi logistik menjadi isu sentral demi pemulihan ekspor.


Provinsi Lampung: Terminal Khusus Batubara, Stockpile, dan Peran Babaranjang

Lampung adalah “terminal hilir” bagi batubara Sumatera Selatan dengan peran utama sebagai pusat distribusi/konsolidasi melalui Pelabuhan Panjang di Bandar Lampung dan jalur rel Babaranjang (Batu Bara Rangkaian Panjang) dari Tanjung Enim–Tarahan–Panjang.

Tabel operator stockpile utama di Lampung:

Nama TerminalLokasiOperator/PemilikKapasitasStatus IzinTransportasi
Stockpile Bangun Tunas LampungBandar Lampung, PanjangPT Bangun Tunas Lampung1 juta ton*Izin UKL-UPLKA Babaranjang, Hauling
Stockpile Sumatera Bahtera RayaBumi Waras, PanjangPT Sumatera Bahtera Raya500.000*PemanfaatanKA Babaranjang, Kapal
Stockpile BLPP/KSOWay Laga, SukabumiPT Bumi Lampung Putra PerkasaNon-izin/ProsesKA Babaranjang, Hauling

*Estimasi kapasitas. Sebagian stockpile belum memiliki legalitas lingkungan atau perizinan aktif.

Jumlah stockpile aktif di Bandar Lampung–Lampung Selatan: sekitar 14 lokasi pada awal 2025 (berdasarkan laporan Walhi Lampung).


Provinsi Kepulauan Bangka Belitung: Data Perusahaan, Namun Terminal Batubara Minim

Bangka Belitung dikenal sebagai produsen utama mineral timah, bukan batubara. Sesuai publikasi BPS Babel terbaru 2024, terminal khusus yang ada lebih didominasi Tersus/TUKS untuk mineral logam dan industri mineral non-batubara.


Provinsi Kepulauan Riau: Terminal Umum dan Fasilitas Penunjang

Kepulauan Riau mengandalkan pelabuhan umum bertaraf internasional seperti Batu Ampar dan Kijing untuk ekspor mineral dan batubara. Dalam konteks TUKS atau terminal khusus batubara, data terbatas, karena daerah ini bukan wilayah tambang batubara primer, dan mayoritas fasilitas dikembangkan untuk industri lain (CPO, migas, dsb).


Standar, Tata Kelola, dan Tantangan Masa Depan Terminal Khusus Batubara Sumatera

Standar Evaluasi dan Kontrol Kepatuhan

Penerapan sistem digital OSS/MaritimHub Kemenhub serta pelibatan KSOP/UPP, Dinas Lingkungan Hidup dan Pemprov, menjadi tonggak penting konsolidasi data perizinan Tersus/TUKS di Sumatera. Standar evaluasi kini mewajibkan:

  • Konsistensi data NIB, IUP, bukti penguasaan lahan, sertifikat lingkungan (AMDAL), serta pengawasan teknis operasional via dokumentasi pelaporan dan inspeksi lapangan
  • Ketersediaan fasilitas (CCTV, AIS, SBNP) sebagai prasyarat keamanan pelayaran dan lingkungan

Transformasi dan Tren Infrastruktur Transportasi Batubara Sumatera

Transformasi logistik batubara Sumatera berfokus pada:

  • Modernisasi rel kereta api dan pembangunan jalur khusus batubara di Sumsel, Jambi, Lampung (Babaranjang, Servo Railway, Kramasan, dan ruas Tarahan). Proyek-proyek ini mengurangi overload jalan raya dan meminimalisir risiko lingkungan, serta meningkatkan daya saing ekspor nasional.
  • Optimalisasi jalur sungai (Musi, Lematang, Batanghari, Meureubo), terutama di Sumatera Selatan, Jambi, Aceh Barat, demi efisiensi biaya dan penekan emisi karbon secara sistemik.
  • Konektivitas terintegrasi antar moda (hauling–sungai–rel–laut) dengan pengembangan stockpile dan konsolidasi terminal khusus menuju pelabuhan utama (Tarahan, Panjang, Kertapati, Kuala Tanjung, Pulau Baai).
  • Penguatan pengawasan, audit, serta peningkatan transparansi data legalitas perizinan TUKS/tersus sebagai upaya menutup peluang ekspor ilegal batubara, terutama di Jambi, Sumsel, Bengkulu.

Kendala dan Isu

Beberapa isu strategis:

  • Penyalahgunaan fungsi TUKS, penggunaan untuk ekspor ilegal, dan stockpile ilegal yang marak di Jambi serta Lampung;
  • Ketimpangan distribusi kapasitas dan overload pada pelabuhan umum/stockpile, memicu kemacetan dan masalah polusi di kota utama (Palembang, Panjang);
  • Pendangkalan sungai utama (Pulau Baai/Bengkulu) berdampak pada kelancaran ekspor;
  • Penyelesaian proyek jalan khusus batubara dan sinkronisasi lintas wilayah administrasi dan tata ruang;
  • Perlindungan tata ruang dan izin lingkungan sebagai syarat utama pembangunan terminal baru, dengan kewenangan gubernur sebagai filter penting rekomendasi AMDAL dan RTRW.

Rekomendasi dan Potensi Akses Data Resmi Terminal Khusus Batubara Sumatera

Sumber Data dan Tautan Resmi

Akses ke daftar terminal dan status perizinan dapat dilakukan oleh pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat dengan melakukan register pengguna dan/atau surat permintaan informasi resmi ke Kemenhub/Dirjen Hubla serta Dinas ESDM setempat.


Sumatera adalah pusat utama pengelolaan logistik batubara melalui terminal khusus/tersus dengan Sumatera Selatan sebagai core engine nasional. Dengan pembangunan Proyek Strategis Nasional Terminal Kramasan yang segera operasional pada 2027 dan penguatan angkutan kereta api serta sungai, ekosistem supply chain batubara makin efisien, ramah lingkungan, dan sustainable. Regulasi dan pengawasan semakin ketat di seluruh lini, terutama di provinsi dengan TUKS dan stockpile marak seperti Jambi, Lampung, serta Bengkulu. Transparansi legalitas, pelaporan kapasitas bongkar muat, serta integrasi data spasial via ESDM One Map dan MaritimHub mempercepat adaptasi menuju tata kelola terminal khusus batubara yang profesional, legal, dan akuntabel.

Pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat diharapkan terus bersinergi menjaga kelestarian lingkungan, integritas perizinan, dan pertumbuhan ekonomi nasional berbasis hilirisasi mineral yang sehat dan berkelanjutan.


RINGKASAN TERMINAL KHUSUS/TUKS BATUBARA DI SUMATERA

Nama Terminal/Nama TUKSLokasi (Provinsi/Kab/Kota)Perusahaan Operator/PemilikKapasitas (Ton/Tahun)Status Izin (PB-UMKU/LS)Konektivitas Transportasi
PT Bukit Asam Tanjung EnimSumsel, Muara EnimPTBA (BUMN)>24,000,000IUP OP, PB-UMKURel KA, Hauling, Sungai Musi
Terminal Batubara Kramasan PalembangSumsel, PalembangPT KAI, KAI Logistik, SLS40,000,000 (rencana)PSN, PB-UMKU (2027)Rel KA (Kertapati), Sungai
Jetty Bagus Kuning/Bailangu 1 & 2Sumsel, Banyuasin/MubaPT Batubara Mandiri1,000,000+PB-UMKUSungai Musi/Lematang
Jetty Servo Railway (SLR)Sumsel, Muara Enim–Ogan IlirPT Servo Group>10,000,000PB-UMKUHauling 110km, KA, Sungai
Jetty Titan GroupSumsel, Muba/OKIPT Titan Infra Energy>10,000,000PB-UMKUHauling, Sungai Musi
Jetty PT MIFA BersaudaraAceh, Aceh BaratPT MIFA Bersaudara5,000,000+IUP OP, PB-UMKUHauling, Sungai Meureubo
Jetty PT Bara Energi LestariAceh, Nagan RayaPT BEL1,500,000 (per tahun)IUP OP, PB-UMKUHauling, Sungai Nagan
Pulau Baai Coal TerminalBengkulu, Pulau BaaiPT Pelindo/BUP>5,000,000BUP, PB-UMKUJalan, Kapal laut
TUKS Pelabuhan TenamJambi, Muaro JambiPT Deli Pratama Pelabuhan3,000,000 (plan)PB-UMKU, TUKS processJalan khusus, Sungai Batanghari
Stockpile & Jetty Bangun Tunas LampungLampung, Bandar Lampung/PanjangPT Bangun Tunas Lampung~1,000,000 (perkiraan)UKL-UPL, Izin StockpileHauling, Babaranjang, Laut

Author: Bang Ferry

GEOLOGIST LIKE COFFIE

GEOLOGIST LIKE COFFIE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *