Potensi Mineral Industri di Sumatera Selatan
Provinsi Sumatera Selatan memang sangat identik dengan komoditas energi raksasa seperti batubara, minyak, dan gas bumi. Namun, wilayah ini juga memiliki potensi cadangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau mineral industri yang sangat vital. Material ini menjadi penyokong utama masifnya pembangunan infrastruktur dan industri manufaktur di wilayah Sumatera bagian selatan.
Berikut adalah sebaran potensi dan penambangan mineral industri di Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan kabupaten dan kecamatan:
Sebaran Mineral Industri di Sumatera Selatan
| Kabupaten / Kota | Kecamatan Wilayah Potensi/Tambang | Komoditas Mineral Industri | Keterangan & Pemanfaatan Utama |
| Ogan Komering Ulu (OKU) | Baturaja Barat, Baturaja Timur, Lengkiti | Batu Gamping (Kapur), Tanah Liat, Tras | Baturaja adalah urat nadi industri semen di Sumatera Selatan. Kawasan ini merupakan sentra penambangan batu gamping berskala raksasa yang menyuplai bahan baku untuk PT Semen Baturaja Tbk. |
| Lahat | Merapi Barat, Merapi Timur, Kikim | Andesit, Sirtu (Pasir Batu) | Walaupun didominasi tambang batubara, topografi perbukitan Lahat menyimpan cadangan batuan beku andesit yang ditambang menjadi batu pecah (split) kualitas tinggi untuk konstruksi jalan, jembatan, dan beton pracetak. |
| Musi Banyuasin (Muba) | Babat Toman, Sanga Desa, Bayung Lencir | Pasir Kuarsa, Tanah Lempung | Pasir kuarsa/silika banyak ditemukan terendapkan di daratan dan area sungai. Pemanfaatannya potensial untuk industri kaca, keramik, dan sandblasting pipa migas. |
| Muara Enim | Lawang Kidul, Tanjung Enim, Ujan Mas | Bentonit, Andesit, Pasir Darat | Memiliki endapan bentonit yang sangat strategis. Bentonit dari wilayah ini banyak digunakan sebagai lumpur pemboran (drilling mud) untuk industri migas panas bumi, serta sebagai penjernih minyak kelapa sawit (CPO). |
| Banyuasin & Palembang | Talang Kelapa, Rantau Bayur, Gandus | Pasir Sungai, Tanah Urug | Aktivitas penyedotan pasir sungai (sand dredging) sangat masif di sepanjang aliran Sungai Musi dan anak sungainya guna memenuhi kebutuhan pembangunan properti dan penimbunan (pematangan) lahan rawa di kawasan perkotaan. |
| Musi Rawas & Lubuklinggau | Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Tugumulyo | Sirtu, Batu Kali, Andesit | Memiliki banyak deposit material sedimen sungai berbatu yang dimanfaatkan secara lokal untuk pembangunan infrastruktur daerah dan jalan lintas Sumatera. |
Karakteristik dan Isu Pengelolaan MBLB di Sumatera Selatan
Tata kelola pertambangan mineral industri di Sumatera Selatan memiliki ciri khas yang sangat erat kaitannya dengan kondisi geografis daerah yang dibelah oleh sungai-sungai besar dan kawasan rawa:
Integrasi Industri Semen (Baturaja): Penambangan batu gamping di Kabupaten OKU merupakan contoh tata kelola MBLB tingkat lanjut di Sumatera Selatan. Sistem penambangannya dilakukan secara terpadu oleh korporasi besar (BUMN), di mana lokasi tambang (kuari) berada berdekatan langsung dengan fasilitas pabrik pengolahan semen, sehingga lebih efisien.
Dinamika Penambangan Pasir Sungai Musi: Berbeda dengan batuan keras yang digali di perbukitan, pasir bangunan di Sumatera Selatan mayoritas disedot dari dasar Sungai Musi dan Sungai Lematang menggunakan kapal isap ponton. Tantangan lingkungan terbesarnya adalah risiko abrasi tebing sungai, perubahan morfologi dasar sungai, dan potensi longsornya permukiman warga yang berada di bantaran sungai jika penyedotan melebihi ambang batas alam.
Penyokong Proyek Strategis Nasional (PSN): Kebutuhan akan tanah urug, batu andesit, dan sirtu di Sumatera Selatan melonjak drastis dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan pembangunan megaproyek Jalan Tol Trans-Sumatera (seperti ruas Palembang-Indralaya, Indralaya-Prabumulih, dan Muara Enim-Lahat). Hal ini memicu pertumbuhan Izin Surat Izin Penambangan Batuan (SIPB) lokal di sekitar jalur proyek.

