Indonesia dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, salah satunya terwujud dalam fenomena alam geologis yang memukau: api abadi. Terbentuk dari semburan gas alam dari dalam perut bumi yang terus menyala, tempat-tempat ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga sering digunakan sebagai sumber api untuk berbagai ajang olahraga nasional hingga internasional.
Berikut adalah 6 destinasi wisata api abadi di Indonesia yang patut Anda ketahui:
Daftar Wisata Api Abadi di Nusantara
Untuk memberikan gambaran singkat sebelum Anda merencanakan perjalanan, simak tabel ringkasan keenam titik api abadi berikut:
| Nama Lokasi | Letak / Daerah | Fakta Unik / Sejarah |
| Api Abadi Mrapen | Godong, Grobogan (Jawa Tengah) | Langganan obor olahraga & Waisak (Kini telah padam) |
| Api Abadi Bekucuk | Tempuran, Mojokerto (Jawa Timur) | Konon menjadi tempat pembuatan keris pusaka |
| Kayangan Api | Ngasem, Bojonegoro (Jawa Timur) | Legenda dari era Majapahit & sumber obor PON XV |
| Api Tak Kunjung Padam | Tlanakan, Pamekasan (Madura) | Sempat padam saat hujan, namun menyala kembali |
| Api Biru Kawah Ijen | Banyuwangi (Jawa Timur) | Fenomena Blue Fire langka yang hanya terlihat malam hari |
| Api Abadi Sungai Siring | Samarinda (Kalimantan Timur) | Sumber nyala api obor untuk PON XVII tahun 2008 |
Keunikan dan Daya Tarik Masing-Masing Lokasi
- 1. Api Abadi Mrapen (Grobogan): Tempat ini sangat melegenda karena pernah menyalakan obor Ganefo (1963), PON XVI (1996), hingga perayaan Waisak. Sayangnya, sejak 25 September 2020, api ini dinyatakan padam total diduga akibat habisnya suplai gas di bawah tanah.
- 2. Api Abadi Bekucuk (Mojokerto): Mulai populer sebagai tempat wisata pada tahun 1993. Uniknya, api ini muncul langsung dari permukaan kolam air dan secara legenda dipercaya sudah ada sejak ratusan tahun silam.
- 3. Kayangan Api (Bojonegoro): Mengandung nilai sejarah yang kuat karena konon sudah menyala sejak zaman Kerajaan Majapahit. Fenomena gas alamnya sangat stabil.
- 4. Api Tak Kunjung Padam (Madura): Destinasi ini sangat unik. Jika area tanah di sekitarnya digali lebih dalam, semburan api justru akan membesar. Meski sempat padam saat diguyur hujan lebat, apinya akan menyala dengan sendirinya setelah hujan reda.
- 5. Api Biru Kawah Ijen (Banyuwangi): Berbeda dengan api abadi lainnya yang berwarna merah kemerahan, Kawah Ijen menyuguhkan semburan api berwarna biru (Blue Fire). Waktu terbaik untuk melihatnya adalah dini hari antara pukul 02.00 hingga 05.00 menjelang sunrise.
- 6. Api Abadi Sungai Siring (Samarinda): Tidak hanya berpusat di Pulau Jawa, Kalimantan Timur juga memiliki pesona api abadi yang lokasinya tidak jauh dari Stadion Utama Palaran.
Catatan Wisata: Jika Anda berencana ke Kawah Ijen, pastikan Anda membawa masker gas yang memadai karena asap belerangnya sangat pekat, serta kenakan jaket tebal untuk menghalau udara dingin dini hari.
Melihat fenomena alam yang luar biasa ini, apakah Anda lebih penasaran dengan misteri api abadi di Madura yang bisa menyala kembali usai hujan, atau pesona Blue Fire di Kawah Ijen yang mendunia?