
Timeline Regulasi Minerba (2019–2026)
🔵 2019
✅ UU No. 3 Tahun 2020 (disahkan 2020, dibahas sejak 2019)
- Revisi UU No. 4/2009 Minerba
- Arah kebijakan:
- penguatan peran pemerintah pusat
- kepastian perpanjangan izin (IUP/IUPK)
- dorongan hilirisasi (smelter)
🟣 2021
✅ PP No. 96 Tahun 2021
- Aturan turunan utama UU Minerba
- Mengatur:
- perizinan usaha,
- wilayah tambang (WIUP/WIUPK),
- kewajiban produksi & penjualan
👉 Menjadi dasar utama regulasi minerba saat ini
🟡 2024
✅ PP No. 25 Tahun 2024
- Perubahan pertama PP 96/2021
- Tujuan:
- penyesuaian kebijakan investasi
- penyempurnaan tata kelola industri tambang
🔴 2025 (Periode reformasi besar)
✅ UU No. 2 Tahun 2025 (amendemen ke-4 UU Minerba)
- Kebijakan kunci:
- kewajiban memenuhi kebutuhan dalam negeri (DMO)
- perluasan akses WIUP (koperasi, UMKM, ormas) [brigitta.co.id]
✅ PP No. 39 Tahun 2025
- Perubahan kedua PP 96/2021
- Pembaruan:
- mekanisme pemberian WIUP/WIUPK lebih jelas
- penajaman regulasi perizinan dan prioritas usaha [peraturan.bpk.go.id]
✅ Permen ESDM No. 9 Tahun 2025
- Fokus:
- tata cara PNBP minerba (penerimaan negara) [peraturan.bpk.go.id]
✅ Permen ESDM No. 17 Tahun 2025
- Mengatur:
- RKAB (rencana kerja & anggaran tambang)
- pelaporan kegiatan usaha minerba [peraturan.go.id]
✅ Permen ESDM No. 18 Tahun 2025
- Reformasi tata kelola WIUP:
- sistem lelang lebih transparan
- partisipasi UMKM/koperasi
- sanksi lebih tegas [tambang.id]
🟢 2026 (Penguatan pengawasan & kontrol)
✅ Permen ESDM No. 6 Tahun 2026
- Perubahan Permen 17/2025
- Poin penting:
- tambahan kewajiban pelaporan (termasuk coal blending)
- perbaikan sistem evaluasi RKAB [veritask.ai]
✅ Kepmen ESDM 2026 (rutin & kebijakan operasional)
Contoh:
- Harga acuan mineral & batubara (HMA/HBA)
- Pengawasan distribusi minerba
👉 memperketat kontrol produksi & penjualan [jdih.esdm.go.id]
📊 Ringkasan Perubahan Arah Kebijakan
Trend regulasi dari 2019 → 2026:
- 2019–2021 → Pembentukan kerangka hukum utama
- 2024–2025 → Reformasi besar (izin, WIUP, DMO, hilirisasi)
- 2026 → Penguatan pengawasan, pelaporan, dan kontrol negara
📊 Tabel Detail Regulasi Minerba (2019–2026)
| Tahun | Regulasi | Pokok Pengaturan | Dampak ke Perusahaan Tambang |
|---|---|---|---|
| 2020 | UU No. 3 Tahun 2020 | Revisi UU Minerba (penguatan pemerintah pusat, kepastian izin, kewajiban hilirisasi) | Wajib bangun/kerja sama smelter, kepastian perpanjangan izin meningkat |
| 2021 | PP No. 96 Tahun 2021 | Sistem perizinan, WIUP/WIUPK, pengaturan produksi & penjualan | Standarisasi izin tambang, prosedur lebih jelas dan terpusat |
| 2024 | PP No. 25 Tahun 2024 | Perubahan PP 96/2021 (penyesuaian tata kelola dan investasi) | Penyesuaian aturan bisnis tambang & investasi |
| 2025 | UU No. 2 Tahun 2025 | – Prioritas kebutuhan dalam negeri (DMO) – WIUP bisa untuk UMKM/koperasi/or mas [brigitta.co.id] | Perusahaan wajib prioritaskan pasar domestik sebelum ekspor, potensi kompetisi lebih luas |
| 2025 | PP No. 39 Tahun 2025 | – Penyempurnaan perizinan – Mekanisme prioritas WIUP/WIUPK lebih rinci [peraturan.bpk.go.id] | Proses izin lebih ketat & transparan, syarat lebih jelas untuk memperoleh wilayah tambang |
| 2025 | Permen ESDM No. 9 Tahun 2025 | Tata cara penghitungan & pembayaran PNBP minerba [peraturan.bpk.go.id] | Kewajiban pembayaran negara lebih terstruktur dan diawasi ketat |
| 2025 | Permen ESDM No. 17 Tahun 2025 | Pengaturan RKAB dan pelaporan kegiatan tambang [peraturan.go.id] | Perusahaan wajib menyusun rencana kerja tahunan yang lebih detail |
| 2025 | Permen ESDM No. 18 Tahun 2025 | – Lelang WIUP transparan – Akses UMKM/koperasi – Sanksi blacklist [tambang.id] | Persaingan meningkat, risiko sanksi tinggi jika tidak patuh |
| 2026 | Permen ESDM No. 6 Tahun 2026 | – Tambahan kewajiban pelaporan (coal blending, pajak, produksi) – Perbaikan evaluasi RKAB [veritask.ai] | Beban pelaporan lebih tinggi, pengawasan operasional makin ketat |
| 2026 | Kepmen ESDM (HBA/HMA & pengawasan) | – Penetapan harga acuan – Penguatan pengawasan distribusi [jdih.esdm.go.id] | Harga jual lebih dikontrol, distribusi tambang diawasi lebih ketat |


