Napak Tilas Jalur Rempah Nusantara & Kehebatan Suku Bajo

Jalur Rempah Nusantara bukan sekadar rute perdagangan masa lalu, melainkan sebuah jejaring peradaban maritim yang menghubungkan Asia hingga Eropa. Saat ini, jalur bersejarah tersebut sedang diusulkan menjadi Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Sebagai langkah pelestarian, Kemendikbudristek bersama TNI AL menggelar ekspedisi Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022. Membawa 149 pemuda-pemudi pilihan dari 34 provinsi, pelayaran ini menggunakan kapal latih legendaris KRI Dewaruci untuk menyusuri kembali simpul-simpul perniagaan rempah di Indonesia.

📌 Rute Pelayaran Ekspedisi KRI Dewaruci

Pelayaran yang berlangsung dari 1 Juni hingga 2 Juli 2022 ini menyinggahi enam titik utama yang memiliki nilai historis tinggi dalam perdagangan rempah dan budaya maritim:

Titik SinggahFokus Edukasi & Napak Tilas
SurabayaTitik awal pemberangkatan dan kepulangan ekspedisi.
MakassarMenelusuri simpul perdagangan maritim Sulawesi.
Baubau & ButonEksplorasi budaya bahari Suku Bajo di Desa Bajo Bahari.
Ternate & TidoreKunjungan ke Kedaton Ternate dan perkebunan rempah tertua.
Banda NeiraPenelusuran jejak kejayaan pala yang dulu lebih berharga dari emas.
KupangMenelusuri lintasan peradaban di wilayah kepulauan selatan.

🌊 Mengenal Suku Bajo: Sang Penjelajah Samudra Legendaris

Salah satu momen paling berkesan dari ekspedisi ini adalah kunjungan ke Desa Bajo Bahari di Buton. Suku Bajo adalah bukti hidup kejayaan maritim Nusantara dengan keunikan budaya yang masih lestari:

  • Pengembara Laut Sejati: Dahulu mereka hidup nomaden di atas perahu tradisional bernama sope. Kini, mereka menetap di rumah-rumah panggung terapung yang ditopang oleh kokohnya kayu bakau di atas permukaan laut.
  • Penyelam Ulung Dunia: Fisik orang Bajo sangat adaptif terhadap laut. Mereka mampu menyelam hingga kedalaman 60 meter selama 13 menit tanpa menggunakan alat bantu oksigen.
  • Pewaris Ilmu Navigasi: Mereka memegang teguh ilmu melaut dan perkapalan yang diwariskan turun-temurun, memungkinkan mereka berlayar melintasi pulau-pulau besar.
  • Tersebar Luas: Eksistensi Suku Bajo tidak hanya di Buton, tetapi membentang luas hingga Kalimantan Timur, Gorontalo, Nusa Tenggara, hingga Sumenep.

🌿 Misi UNESCO dan Kebangkitan Ekonomi Lokal

Ekspedisi ini tidak hanya bertujuan mengenang masa lalu, tetapi juga membawa misi ekonomi. Saat rombongan singgah di Ternate, pemerintah daerah setempat menekankan pentingnya mengonversi cerita sejarah ( storytelling) Jalur Rempah menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi UMKM. Dengan pengakuan dari UNESCO nantinya, diharapkan komoditas rempah dan pariwisata sejarah bisa kembali mengangkat kesejahteraan masyarakat.

Mengingat kemampuan menyelam Suku Bajo yang sangat luar biasa di luar batas manusia pada umumnya, apakah Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang adaptasi genetik yang terjadi pada tubuh mereka?

Mata Bumi

Author: Mata Bumi

Leave a Comment