Tambang & Energi

Indonesia Tepis Rumor Kuota Nikel 360 Juta Ton di Tengah Tren Penurunan Harga dan Lesunya Smelter

Bloomberg/Reuters | 25 Juni 2026

  • Rumor dan Bantahan: Menyusul spekulasi dari sumber anonim bahwa Kementerian ESDM Indonesia akan merevisi signifikan kuota pertambangan (RKAB) pertengahan tahun untuk nikel hingga 360 juta ton dari 260 juta ton, Kementerian dengan cepat menepis klaim tersebut. Dirjen Minerba Tri Winarno membantah angka 360 juta ton, dan kementerian menegaskan kembali bahwa mereka belum memutuskan kuota produksi nikel untuk keseluruhan tahun 2026, menekankan bahwa setiap revisi harus melalui proses peninjauan ketat untuk memastikan kesesuaian dengan permintaan hilir.
  • Dampak Harga: Bereaksi terhadap spekulasi pelonggaran kuota tersebut, harga nikel acuan di London Metal Exchange (LME) berbalik merugi, anjlok hingga 2,7% menjadi $16.705 per ton pada hari Rabu sebelum ditutup pada $16.818/ton pada hari Kamis. Meskipun kuota awal tahun ini ditetapkan lebih rendah, para analis mempertahankan bahwa harga tidak akan melonjak tajam ke US$20.000/ton untuk memicu short squeeze ala 2022. Plafon harga ini tertahan oleh melambatnya konsumsi global (turun menjadi 3% dari 5,8% tahun lalu), pergeseran teknologi baterai EV yang menjauhi baterai nikel mangan kobalt (NMC), serta melimpahnya cadangan global yang mendekati 275.000 ton di LME dan SHFE.
  • Perjuangan Smelter & Status “Hot Idle”: Sementara itu, RKAB yang lebih rendah sebesar 260–270 juta ton pada awal tahun ini telah membatasi pasokan bijih secara parah, memaksa banyak smelter RKEF di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara masuk ke mode “hot idle“. Berbagai smelter telah menurunkan utilisasi kapasitas di bawah 50% hanya demi menjaga tungku tetap hangat, untuk menghindari penundaan panjang saat operasi ulang dan kerusakan refraktori yang terkait dengan penghentian total. Raksasa pertambangan seperti PT Weda Bay Nickel bahkan telah menangguhkan output setelah menghabiskan kuota mereka yang terbatas, sementara PT Vale Indonesia masih menunggu peningkatan kuota untuk memasok pabrik pengolahan barunya.

Author: geolocana@gmail.com

Nusavarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *